Kapan Guru Boleh Membentak Bahkan Memukul Muridnya?

KAPAN GURU BOLEH MEMBENTAK BAHKAN MEMUKUL MURIDNYA?

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Setelah postingan saya tentang mengumpat dengan kata 'Anjing' kemaren dan saya cerita bahwa saya terpaksa harus mentakzir murid yang suka mengumpat itu, ada yang menegur saya bahwa sekarang sudah ngga zamannya guru menghukum murid, sebab kalo ngga anaknya yang mutung ngga mau ngaji lagi, bisa² gurunya dilaporkan ke polisi karena melakukan kekerasan pada anak.

Memang benar kata teman saya ini, ada beberapa anak sini yang putus ngaji gara² saya takzir, padahal hanya takziran ringan dan ngga sampai saya pukul. Bahkan dari beberapa kasus itu yang ngga terima bukan anaknya, tapi orang tuanya..

Tapi kalo sampai lapor ke polisi, alhamdulillah ngga ada yang seperti itu.

$ads={1}

Terlepas dari pengalaman di atas, sebenarnya boleh atau tidak seorang guru membentak atau bahkan mentakzir dengan semisal memukul muridnya?

Dalam kitab Mujibu Daris Salam dijelaskan sebagaimana berikut :

Diantara adab seorang murid ketika bertanya kepada guru adalah jangan mengulang pertanyaan yang sama yang sudah dijawab oleh guru, seolah tidak yakin dengan jawabannya.

Dan jika murid bertanya untuk kedua kalinya dengan pertanyaan yang sama yang padahal sudah dijawab maka guru boleh membentaknya. Sebagaimana dalam hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat seseorang menuntun badanah (sapi atau unta yang digemukkan spesial buat kurban atau nadzar), Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun menyuruh orang itu agar menaikinya saja, "Naiki saja!" kata beliau.

"Ini kan badanah", jawab orang itu, seolah ingin memberitahu bahwa tidak seharusnya hewan badanah dinaiki.

"Naiki saja!", perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kedua kalinya.

"Ini kan badanah!", jawab orang itu sama. Dan setelah perintah kedua masih dibantah akhirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun membentaknya, "Naiki saja, wailak! (celaka kamu!)".

Jika murid masih membantah dengan mengulangi lagi pertanyaan itu maka guru boleh menegurnya langsung. Sebagaimana dalam hadits riwayat Abu Dzar radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "Barangsiapa mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu maka ia pasti masuk surga."

Abu Dzar bertanya, "Meskipun ia berzina meskipun ia mencuri?"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun menjawab, "(Iya) meskipun berzina meskipun mencuri."

Tapi Abu Dzar tetap mengulangi pertanyaan yang sama hingga tiga kali, dan pada jawaban terakhir kalinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Meskipun berzina, meskipun mencuri, meskipun Abu Dzar terhina/ tidak terima." 

$ads={2}

Lalu bagaimana jika murid masih membantah lagi untuk keempat kalinya? Jika ia masih membantah lagi maka guru boleh memukul murid, dengan pukulan pelan saja tentunya. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu. Beliau memukul Mu'adz berkali-kali karena ia mengulang² pertanyaan yang sama seolah tidak puas dengan setiap jawabannya. 

Dari kitab Mujibu Daris Salam, hal. 171 

NB : Dalil yang dikutip muallif sebagaimana dalam foto di bawah hanya sebagian saja, tidak lengkap. Misalkan contoh hadits riwayat Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu, di kutipan hadits itu beliau hanya bertanya sekali, seakan tidak sesuai dengan poinnya, padahal jika kita merujuk ke hadits lengkapnya memang Mu'adz berulang-ulang bertanya atau membantah hingga empat kali. 

-•×•- 

Jadi, guru menegur keras pada murid hingga menta'zir dengan memukulnya itu boleh² saja, tapi juga ada aturan mainnya. Tidak boleh langsung main bentak atau main pukul tiap murid tidak mengindahkan, membantah atau membangkang gurunya. Semua ada tahapannya. Dan Alhamdulillah saya sudah melalui tahapan itu saat menghukum murid saya, jadi kalo ada diantara mereka yang mutung ngga mau ngaji ke saya, ya Alhamdulillah, berkurang beban saya..

Oleh: Ustadz Ahmad Atho

Demikian Artikel " Kapan Guru Boleh Membentak Bahkan Memukul Muridnya?  "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama