Setelah diberi Amalan untuk Usahanya yang Bangkrut, Nasrani ini Masuk Islam

Foto Mbah Maimun Zubair

SETELAH DIBERI AMALAN UNTUK USAHANYA YANG BANGKRUT, NASRANI INI MASUK ISLAM

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Jaman sekarang itu beda dengan jaman dulu. Jaman sekarang, orang buntu curhatnya di medsos. Curhat di medsos biasanya gak malah menyelesaikan masalah, tapi malah bikin ruwet. Karena banyak dikomeni oleh orang dengan latar belakang beda-beda.

Beda dengan orang jaman dulu. Mereka curhatnya ke ahli dzikir, ulama dan Kyai. Sehingga permasalahannya fokus. Solusi mereka pun tercerahkan dan terpecahkan. Yang curhat pun warna-warni. Dari umat yang ayu hingga yang asyu semua diterima dan dicarikan solusi masalahnya oleh para Kyai.

Gusti Allah telah memberi kode

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui" (An Nahl 43)

Ahli dzikir di sini bisa berarti ahli ilmu yang punya bashiroh yang tajam dan punya visi misi yang jelas berkat petunjuk dan bimbingan langsung dari Gusti Allah. Alias para ulama yang wali.

Mbah Kyai Dalhar Gunungpring dulu pernah didatangi orang Kristen yang curhat tentang masalah bisnisnya yang mengalami kebangkrutan. Mbah Kyai Dalhar pun mengijazahi kepada non-muslim tersebut, "Wocoen Sholawat Ping Sewu sedino sewengi (Bacalah sholawat seribu kali sehari semalam)". 

$ads={1}

Si Kristen pun sendiko dawuh. Beberapa bulan kemudian, si Kristen datang lagi pada Mbah Kyai Dalhar dan memberitakan usahanya yang sukses berkat ijazah bacaan dari Mbah Kyai Dalhar. 

Mbah Kyai Dalhar sempat tanya bagaimana si Kristen itu mengamalkan ijazah darinya. 

Dijawab si Kristen, kalo dia disuruh Mbah Kyai baca "Sholawat Ping Sewu" sehari-hari, jadi ya dia turuti aja baca plek sesuai ucapan dari Mbah Kyai "Sholawat Ping Sewu.. Sholawat Ping Sewu.. Sholawat Ping Sewu..". 

Jadi si Kristen bukan baca sholawat "Shollallahu ala Muhammad" seperti layaknya muslim bersholawat, padahal maksud Mbah Kyai Dalhar seperti itu. Tapi si Kristen malah wiridan "Sholawat ping sewu.. Sholawat Ping Sewu". Eh, baca gitu lha kok ndilalah manjur.

KH. Azaim Ibrahimy bercerita dulu ada seorang tukang judi datang ke ndalem KH. As'ad Syamsul Arifin. Tukang judi itu bermaksud minta nomer pada Mbah As'ad.

Lha wong Kyai kok dimintai nomer, Mbah As'ad jelas ngamuk-ngamuk dan mengusir tamu itu, "Kamu ini ngawur, wong Kyai kok dimintai nomer!"

Si tamu itu pun pergi. Tapi pinternya, dari ngamuk-ngamuknya Mbah As'ad, dia merasa itu tanda firasat. Memang ternyata di kitab kuning firasat penomeran dan pertogelan, orang ngamuk itu ada nomernya. Dipasanglah nomer itu dan ajaibnya tembus!

Ada lagi Mbah Abdul Jalil PETA Tulungagung, ditamui seorang wanita pelacur. Si wanita ini bermaksud minta penglaris buat jualan tubuhnya. Sekilas aneh, lha wong Kyai kok dimintai penglaris gituan.

Tapi Mbah Abdul Jalil ya tetap saja mendoakan sesuai hajat si pelacur itu. Selang beberapa minggu, si pelacur itu datang lagi dan minta taubat pada Mbah Jalil.

Kata si pelacur, sejak didoakan Mbah Jalil, dirinya laris banget sampai dia tidak bisa istirahat. Saking capeknya, si pelacur frustasi dan merasa gak kuat lagi jadi pelacur. Hingga akhirnya si pelacur mantab mau taubat ke Mbah Jalil.

Ada lagi Mbah Hamid Pasuruan suatu hari kedatangan seorang nelayan. Nelayan itu menghadap Mbah Hamid sambil membawa kembang. Si nelayan bermaksud memohon agar kembang itu didoakan Mbah Hamid, lalu kembang itu akan ditaruh di perahunya biar hasil tangkapan ikannya banyak.

"O gitu, tapi daripada di taruh di kapal, kembangnya jadi amis ikannya jadi wangi, lebih baik kembangnya di taruh di kamar atau di tempat sholat biar wangi dan nyaman digunakan," saran Mbah Hamid.

$ads={2}

"Baik, Yai" sang nelayan gak pake lama menuruti saran Mbah Hamid lalu langsung pulang.

Beberapa hari kemudian, sang nelayan datang lagi ke ndalem Mbah Hamid. Tapi kali ini membawa ikan yang banyak sekali.

"Lho, ini ikan buat apa?" tanya Mbah Hamid heran.

"Ini buat njenengan, Yai, alhamdulillah berkat doa dan saran njenengan untuk meletakkan kembangnya di rumah saja, hasil tangkapan saya berlimpah, Yai," jawab si nelayan.

"Lho, waktu itu kan saya belum sempat berdoa?" sahut Mbah Hamid.

Ada lagi guru saya, KH. Kholilurrohman atau Manaji, pernah didatangi seorang Kristen yang minta saran atas usahanya yang lagi bangkrut. Manaji pun menyarankan agar mewiridkan istighfar minimal 100.000 kali sehari. Saran itu dituruti si Kristen.

Beberapa bulan kemudian, si Kristen itu datang lagi sambil membawa hadiah banyak dan sejumlah uang. Katanya, berkat saran Manaji, usahanya lancar lagi dan anak-anaknya berniat masuk Islam.

Banyak lagi cerita-cerita para Kyai kita yang dicurhati umat atas permasalahan mereka. Ini bisa dijadikan pelajaran bahwa dekat ulama berarti dekat solusi. Jadi kalo ada masalah, jangan curhat ke medsos. Curhat dan sowan aja ke ulama, insya Allah dapet solusi. Asal ke ulama yang bener ulama, bukan abal-abal, mbah.

Oleh: Fahmi Ali N H

Demikian Artikel " Setelah diberi Amalan untuk Usahanya yang Bangkrut, Nasrani ini Masuk Islam"

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama