Ibadah yang disertai makan Barang Haram

IBADAH YANG DISERTAI MAKAN BARANG HARAM

العبادة مع أكل الحرام كبنيان على السرقين

"Ibadah yang disertai makan barang haram, itu seperti membangun gedung di atas tumpukan tahi sapi (teletong)"

Barang halal itu dilihat dari jenis atau dzat, teknik penyembelihan pada hewan, akad muamalah yang dipakai, cara memperolehnya hingga dari siapa diperoleh. Harga yang tidak wajar pun bisa jadi sebab barang halal jadi haram. Semua itu harus diperhatikan betul saat kita mengusahakan kehalalan satu barang. Lengah dikit, jadi syubhat bahkan haram. Ini semua tantangan bagi yang ngaku percaya Gusti Allah.

$ads={1}

Maka gak heran, yang namanya ulama akhirat yang asli itu dinilai dari sejauh mana mereka menjaga dirinya dari barang haram. Walau ulama itu dekat penguasa dan orang kaya, jika bisa ngeles dari barang haram, maka dia jadi ulama akhirat. Walau ada ulama yang kelihatan ndempis di pojok, tawadhu' dan khusyuk, tapi kurang hati-hati terhadap barang haram, dia jadi ulama dunia.

Sebab seberapa jauh kita bisa menghindari barang haram, akan berpengaruh pada mindset kita pada gebyar dunia. Orang suka barang halal, maka dia cenderung hati-hati pada dunia sehingga tidak suka korup. Kalo doyan barang haram, walau banyak ibadah, dia bakal halalkan segala cara hingga berpotensi besar untuk korup. Makanya diibaratkan membangun gedung di atas tumpukan tahi.

Baca Juga: 3 Kelompok Manusia Di Alam Barzakh Oleh Habib Munzir

Dawuh Sayyidina Abdullah bin Umar RA

لو صليتم حتى تكونوا كلحنايا وصمتم حتى تكونو كالأوتاد، لم يقبل الله ذلك منكم إلا بورع حاجز

"Andai kalian sholat hingga tubuh kalian melengkung seperti busur panah dan kalian puasa hingga kurus seperti tiang, tidak akan diterima semua ibadah itu oleh Gusti Allah, kecuali dengan pagar wara' (membatasi diri dan menahan diri dari barang haram)"

Mugi manfaat.

Oleh: Fahmi Ali N H

Demikian Artikel " Ibadah yang disertai makan Barang Haram "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama