Ilmu Aqidah Sebelum Suluk

ILMU AQIDAH SEBELUM SULUK

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Menurut Imam Ghozali, dalam memahami dzikir yang kita baca, penting untuk terlebih dahulu memahami ilmu aqidah tauhid dengan benar dan lurus. Misalnya memahami bab perbedaan Sifat dan Asma Gusti Allah. Tanpa bisa membedakannya, akan terjadi kerancuan dan ini akan memecah konsentrasi kita dalam dzikir suluk. Kerancuan ini rawan disusupi was was dari setan.

Misal kita suka wiridan "Ar Rahman Ar Rahim" dengan meyakini bahwa Gusti Allah itu punya Sifat demikian. Tiba-tiba kita diberi musibah berat, trus nangees. Akhirnya kita protes, "Katanya Gusti Allah itu Rohman Rohim, kok saya dikasih musibah seberat ini?". Dan kalo was was itu berlarut-larut, salah-salah bisa atheis.

Muncul protes gitu akibat salah mindset kita sendiri yang menganggap bahwa "Ar Rahman Ar Rahim" itu Sifat Gusti Allah. Padahal "Ar Rahman dan Ar Rahim" adalah Asma, bukan Sifat Gusti Allah. Jadi kentara gobloknya, kan?

Bahwa yang dinamakan Asma (nama) adalah sesuatu yang muncul dari pekerjaan. Dan yang namanya pekerjaan, tidak hanya satu bidang, tapi bermacam-macam yang bisa jadi berlawanan satu sama lain. Sehingga dari hasil pekerjaan yang berupa Asma, bisa saling berlawanan sehingga punya peluang untuk ditakwil. 

$ads={1}

Sedangkan yang namanya Sifat adalah sumber dari hasil pekerjaan yang bermacam-macam tersebut, tidak berubah dan tidak bisa ditakwil. Sehingga yang namanya Sifat adalah watak asli yang melekat pada Dzat dan sudah ada sebelum pekerjaan. Sedangkan Asma adalah hal yang muncul dari pekerjaan. 

Sehingga kalo dipetakan secara kasar, ada Sifat dulu, lalu ada Af'al (pekerjaan), baru keluar Asma (nama). Dari satu Sifat, bisa menghasilkan bermacam-macam Asma yang bisa saling berlawanan. Makanya yang disebut Sifat Gusti Allah itu, menurut ulama paling banter hanya ada 20. Sedangkan Asma Gusti Allah itu tidak terhingga, yang disebut secara jelas hanya 99 Asma.

Misal adanya Asma "Ar Rahman Ar Rahim", disebabkan Gusti Allah itu punya Sifat Qudrah (Maha Berkehendak) yang tetap pada Dzat-Nya. Namun juga harus disadari, efek dari Sifat Qudrah-Nya, Gusti Allah juga punya Asma "Al Jabbar Al Qohhar" (Maha Absolut dan Maha Sewenang-Wenang). 

Jadi karena Sifat Qudrah, Gusti Allah punya Asma yang berlawanan satu sama lain. Bisa sangat menyayangi hamba-Nya (Ar Rahman) dan bisa sangat tega menyiksa hamba-Nya (Al Qohhar). Semua Asma yang berlawanan itu muncul dari satu sifat yaitu Sifat Qudrah.

Baca Juga: Tasawuf Sebagai Dasar Thariqah Alawiyah

Karena itu, saat kita diberi musibah berat, kita bisa mentakwilnya bahwa itu kasih sayang dari Gusti Allah. Saat diberi nikmat banyak, kita pun bisa mentakwilnya bahwa itu siksaan. Tergantung bagaimana mindset kita terhadap Gusti Allah yang punya Sifat Qudrah.

Nah, itulah pentingnya kita belajar ilmu aqidah tauhid hingga matang untuk mengiringi tekad kita memasuki dunia persulukan. Agar saat mengamalkan suluk, kita terhindar dari was was yang justru menghancurkan jalan suluk kita.

Mugi manfaat.

Oleh: Fahmi Ali N H

Demikian Artikel " Ilmu Aqidah Sebelum Suluk "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama