Kewajiban Mencari Makanan Halal di dalam Islam

KEWAJIBAN MENCARI MAKANAN HALAL DI DALAM ISLAM

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Seseorang yang ingin membersihkan jiwa raga, secara akal harus mencari sarana pembersih yang suci dan tidak kotor. Mustahil diperoleh kebersihan dari sarana yang kotor.

Misal badan kotor habis macul, ya mandi pakai air mutlak yang tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Setelah mandi dengan air tersebut, baru bisa dikatakan membersihkan badan. Kalo badan kotor kok mandi pake comberan, ya gak bersih2 namanya, emang gak waras aja.

Begitu juga jiwa dan akal kita. Jika kita merasa jiwa dan akal kotor, ya harus dibersihkan biar kayak orang waras. Sarana pembersih utamanya adalah memakai dan mengkonsumsi barang halal. Kalo jiwa merasa kotor kok masih suka pakai dan makan barang haram, gak waras namanya.

$ads={1}

Itulah argumentasi dhoruri (mendesak secara asasi), mengapa kita butuh barang halal. Sebagai orang berakal, tentu yang halal lebih menenangkan. Dengan diawali mengkonsumsi barang halal, maka apapun yang kita perbuat hasilnya baik.

Gusti Allah dawuh

كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا

"Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal sholeh" (Al Mu'minuun 51)

Kanjeng Nabi Muhammad SAW dawuh

طلب الحلال فريضة على كل مسلم بعد الفريضة

"Mencari barang halal untuk dikonsumsi adalah kewajiban bagi setiap muslim setelah kewajiban-kewajiban lainnya (yaitu kewajiban setelah iman dan sholat)"

Baca Juga: Hukum makan daging yang masih Ada Darahnya di dalam Islam

Kesimpulannya, barang halal adalah kebutuhan mendesak dan wajib dicari oleh orang yang ingin menuju kebaikan. Karena segala hal baik harus diawali dengan hal baik. Maka biar kita dapet rejeki jadi anak sholeh dan berakhir husnul khotimah, harus diawali dengan mengkonsumsi barang halal.

Mugi manfaat.

Oleh: Fahmi Ali N H

Demikian Artikel " Kewajiban Mencari Makanan Halal di dalam Islam "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama