Syaikh Abdul Aziz bin Baz: Berarti saya juga seorang Sufi?

SYAIKH ABDUL AZIZ BIN BAZ: BERARTI SAYA JUGA SEORANG SUFI?

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ada satu kisah menarik yang pernah dikutip Tengku Fauzan Inzaghi dalam Damaskus Punya Cerita Chapter 19; Ketika Ulama Berbeda Pendapat.

Dalam suatu muktamar, Syaikh Bin Baz (Mufti Saudi, rujukan utama kaum Salafi dalam fiqh) menghampiri Samahatusy Syaikh Ahmad Kuftaro (Mufti Suriah, Musyrif ‘Am Thariqat Naqsyabandy).

Beliau menanyakan, “Wahai Syaikh Ahmad, saya mendengar dua kabar bertentangan tentang anda. Kabar pertama mengatakan bahwa anda seorang Shufi dan kabar kedua mengatakan anda seorang Salafi. Saya ingin mendengar dari anda sendiri, kabar manakah yang benar?”

$ads={1}

Lalu Syeikh Kuftaro menjawab, "Wahai Syaikh, kedua kabar itu benar adanya.

Saya seorang Shufi. Shufi (maksudnya tashawwuf -edit) bagi saya adalah jalan mengenal Allah. Ilmu yang mempelajari bagaimana saya beribadah kepada Allah, seolah-olah saya melihat-Nya. Dan kalau saya tidak bisa melihat-Nya saya merasa dilihat oleh-Nya, atau yang lebih dikenal dengan ihsan. Terserah orang mau menamakan apa; tashawwuf, tazkiyah, atau apapun itu, yang penting ilmu yang saya sebutkan tadi.

Dan saya adalah seorang Salafi. Jika Salafi yang dimaksud adalah kembali ke al-Quran dan as-Sunnah, maka ilmu yang saya pelajari bersumber dari keduanya, bahkan ilmu tashawwuf itu sendiri. Jika ada dalam ilmu apapun, bahkan ilmu tasawuf sekalipun, yang bid'ah dan bertentangan dengan al-Quran dan as-Sunnah, maka saya sendiri akan membantu anda memeranginya."

Baca Juga: Daftar Ulama atau Ustadz Wahabi di Indonesia Terbaru dan Terupdate Yang Perlu diketahui

Mendengar penjelasan Syaikh Ahmad, Syaikh Bin Baz pun dengan setengah bercanda menjawab, "Berarti saya juga seorang Shufi, dong, seandainya semua Masyaikh Shufi seperti Anda." Lalu Syaikh Bin Baz langsung memeluk Syaikh Ahmad.

Syaikh Abul Hasan an-Nadwi (ulama besar India) yang mendengar (perbincangan -edit) kedua mufti ini, datang sambil menangis gembira dan langsung merangkul Syaikh Kuftaro dan Syaikh Bin Baz, lalu berkata, "Sudah lama saya ingin melihat dua madrasah keilmuan dunia Islam bisa seperti ini."

Yah, begitulah kalau kita menghadapi perbedaan dengan cinta. Di sana kita bisa melihat kebenaran. Bahkan, kadang-kadang perbedaan yang ada hanyalah perbedaan penggunaan kalimat. Katakanlah betul-betul beda, tapi cinta bisa membuat kita memahami perbedaan.

Baca Juga: Penyesalan Ayah Khalid Basalamah Memondokkan Anaknya Ke Arab Saudi

Bayangkan jika Syaikh Bin Baz langsung ngomong di belakang, “Syaikh Kuftaro itu pengikut tashawwuf dan beliau sesat,” lalu Syaikh Kuftaro begitu mendengar kabar itu malah ngomong, "Jadi lu nuduh gua sesat!? Lu ngafirin gua!?" Atau Syaikh an-Nadwi manas-manasin mereka berdua setelah mereka berangkulan.

Tapi itulah bedanya ulama dengan kita, ulama mengerti bagaimana menghadapi perbedaan dengan cinta.

Sumber: محمد معاذ عثمان

Demikian Artikel " Syaikh Abdul Aziz bin Baz: Berarti saya juga seorang Sufi dong? "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close