Arti dan Makna Sifat Al Ghafir, Al Ghafur dan Al Ghaffar

ARTI DAN MAKNA SIFAT AL GHAFFAR, AL GHAFIR, AL GHAFUR

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Kyai Mushonnif Dzakhiratul Ma'aad Syarah Ratibul Haddad, Imam Abdullah Basaudan, menjelaskan tentang sifat tawqifiyah Gusti Allah yang berhubungan dengan sifat Gusti Allah sebagai Dzat Maha Pengampun. Ada tiga asma Gusti Allah yang berhubungan dengan pengampunan dosa, yaitu Al Ghafir, Al Ghofuur dan Al Ghoffaar.

Ada banyak pendapat tentang perbedaan ketiga asma itu, mbah. Mbah Imam Ath Thiby dawuh bahwa Al Ghafir menunjukkan sifat Gusti Allah sendirilah sebagai Dzat yang berwenang mengampuni dosa secara global dan mutlak. Sementara sifat Al Ghofuur dan Al Ghoffaar keduanya merupakan suatu pernyataan kepastiannya atau detailnya. Al Ghofuur menunjukkan Gusti Allah mempunyai bentuk dan konsep ampunan yang akan diterima oleh pendosa atau kayfiyah ampunan itu. Sedangkan Al Ghoffaar, Gusti Allah memberikan kepastian yang berhubungan dengan sebesar apa ampunan itu, berapa dosa yang akan diampuni dan kapan ampunan diberikan atau kammiyah ampunan tersebut.

Sebagian ulama dan orang sholeh dawuh bahwa Gusti Allah itu Al Ghafir karena Dia yang mampu menggugurkan dosa dari catatan amal kita. Dan Gusti Allah itu Ghofuur karena Dia mampu memerintahkan Malaikat pencatat amal itu menghapus catatan amal jelek kita. Sedangkan Gusti Allah itu Al Ghoffar karena Dia mampu membuat kita lupa pernah berbuat dosa seakan kita tidak pernah berbuat dosa demikian, sehingga rasa sesal atas dosa yang menyiksa batin manusia itu tidak menggantung terus di hati dan membuat hidup menjadi lebih optimis.

$ads={1}

Adapula pendapat bahwa Gusti Allah itu Al Ghafir kepada orang yang tingkatannya ilmul yaqin, keyakinannya muncul dari teori dan tembung jare. Sedangkan Gusti Allah itu Al Ghofuur kepada orang yang tingkatannya ainul yaqin, orang yang yaqin karena melihat langsung buktinya. Lalu Gusti Allah itu Al Ghoffaar kepada orang yang haqqul yaqin, orang yang tidak sekedar melihat, namun yaqin hingga meresap dalam hati sanubari. Bentuk ampunan itu berupa ditutupi cacatnya di depan orang, ditampakkan kebagusannya, dimaafkan dosanya dan diguyur berbagai kenikmatan.

Nah, intinya semua sifat Gusti Allah sebagai Dzat Maha Pengampun ini adalah mutlak milik Gusti Allah. Saking luasnya ampunan-Nya, hingga asma Maha Pengampun ini disebut ada tiga macam asma. Sekaligus menjadi pernyataan bahwa tidak ada yang bisa mengampuni dosa dan memelihara manusia dari kesalahan kecuali Dia. Maka kepada-Nya kita meminta ampunan, mbah.

Mugi manfaat.

Oleh: Fahmi Ali N H

Demikian Artikel " Arti dan Makna Sifat Al Ghafir, Al Ghafur dan Al Ghaffar "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama