Tips Beramal Oleh Imam Ghazali

TIPS BERAMAL OLEH IMAM GHAZALI

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Imam Ghozali memberi tips tentang beramal. Bahwa semua amal, yang jadi titik tekan adalah keyakinan diri. Maka, selama kita yakin berada di jalur ilmu, pede saja dan lanjut saja. Jangan terdikte pada informasi, debat-debat dan fatwa-fatwa yang bikin ruwet. Karena hal ruwet bikin orang waswas, sehingga gak jadi beramal.

Intinya, kita harus punya keyakinan diri saat beramal. Imam Ghozali menganalogikan, saat kita mau sholat, lalu ada jamaah lain yang bilang, "Kalau sholat, pakaianmu itu harus suci!"

Bandingkan saat ada yg bilang, "Saat mau sholat, yakinkan dirimu bahwa pakaianmu itu suci,"

Ini dua cara komunikasi yang berbeda walau tujuannya sama. Yang pertama, fokus pada perintah, kemungkinan besar malah timbul waswas. Yang kedua, fokus membangun keyakinan diri, yang menimbulkan kesadaran. Hasilnya berbeda walau tujuannya sama.

Kanjeng Nabi Muhammad SAW dikisahkan saat di tengah sholat, tiba-tiba Malaikat Jibril datang pada Beliau SAW, memberitahu bahwa di sandalnya ada najis. Kanjeng Nabi santai saja melepas sandal dan tetap meneruskan sholat, tidak mengulang rokaat sholat yang sudah dilakukan Beliau SAW. Sehingga ulama fiqih memutuskan, menurut qoul ashoh (pendapat yang kuat), jika saat sholat, lalu baru diketahui ada najis setelah sholat, maka tidak perlu i'adah (mengulang sholatnya). Karena selama sholat, dia yakin bahwa dia suci. Kalo dia gak punya keyakinan kesucian dirinya, maka harus i'adah.

$ads={1}

Maka, inti amal apapun, harus punya keyakinan.

Begitu juga dalam urusan halal haram, kesadaran dan keyakinan diri harus ditekankan. Orang harus yakin bahwa apa yang dilakukannya sudah sesuai syarat dan rukun sehingga hasilnya halal. Gak perlu terlalu njlimet, ruwet dan ekstrim dalam satu masalah. Malah bikin waswas dan tidak yakin.

Misal setelah kita ngaji syarat dan rukun menyembelih, kita pahami dan membiasakannya. Hingga lama-lama terbentuk jadi kebiasaan dan keyakinan. Andai setelah lama terbiasa, ternyata ada yang salah, kita cukup perbaiki teknik yang salah untuk ke depan. Amal yang telah lalu dianggap halal, tidak perlu mengulang dan tidak perlu disesali. Karena kemarin-kemarin, kita selama melakukannya ada keyakinan bahwa itu halal.

Karena orang terlalu ekstrim, njlimet, hidupnya juga bakal ruwet. Seperti dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW

هلك المتنطعون

"Hancurlah orang yang suka berlebih-lebihan"

Imam Ghozali pun dawuh

وألئك قوم شدوا على أنفسهم فشدد الله عليهم

"Orang-orang yang terlalu ekstrim, njlimet dan ruwet, maka Gusti Allah akan memperumit hidupnya"

Jadi, ini kaidah beramal. Pokoknya yakinkan diri dulu bahwa kita sudah sesuai ilmu. Andai ternyata nanti ada yang salah, itu wajar, diperbaiki saja. Yang lewat, biarin aja. 

Baca Juga: Merasa Khawatir Amal Ibadah Tidak Diterima oleh Allah SWT

Selama orang yakin dan pede atas perbuatannya, akan bisa dengan mudah dan mantap saat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kalo gak ada yakin, walau menempuh usaha yang njlimet, dia akan sulit dan ruwet saat diminta mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Mugi manfaat.

Oleh: Fahmi Ali N H

Demikian Artikel " Tips Beramal Oleh Imam Ghazali "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama