Tokoh Sufi yang Kontroversial

TOKOH SUFI YANG KONTROVERSIAL

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Membicarakan tokoh-tokoh sufi kontroversial dalam disiplin ilmu tasawuf atau spesifiknya dunia perwalian, mengingatkan kita akan nama-nama beken seperti Ibn Arabi, al-Buni, Abdul Karim al-Jili, Ibn Sab'in, Ibn Faridh, dan Husen al-Hallaj. Disebut kontroversial karena berapa banyak ulama' nan pakar yang mencela dan menyesatkan nama-nama tersebut. Tapi sebaliknya, berapa banyak ulama' besar yang auliya' yang mengakui mereka sebagai auliya' Allah. 

Hanya saja, diantara nama-nama sufi diatas, yang paling ramai dibicarakan kontroversial-nya adalah Syaikh Akbar Ibn Arabi dan Husen al-Hallaj. Untuk Ibn Arabi, selain beliau alim dan pakar dalam berbagai literatur ilmu Islam, beliau juga terkenal banyak menulis kitab. Disisi lain, ulama' besar yang memiliki reputasi tinggi dalam dunia Islam yang mencela dan menyesatkan beliau jumlahnya cukup banyak. Tetapi pakar ilmu yang terhormat yang meyakini shahih akidahnya dan bahkan menyebutnya sebagai salah satu wali kelas atas juga tak kalah banyak jumlahnya.  

Baca Juga: Berthoriqoh Tidak Bisa Berpaling Ke Banyak Guru (Mursyid)

Sementara Husen al-Hallaj yang beberapa hari terakhir banyak dibincangkan di beranda FB, maka sejak era kemunculannya, pemuka ulama' sufi yang mulia sudah terbelah dalam menyikapi statusnya. Mayoritas ulama' menolak nama beliau dimasukkan kedalam jajaran sufi yang hakiki. Sementara sebagian ulama' yang lain memilih sebaliknya, bahkan menyebutnya sebagai alim yang robbani. Uniknya, saat al-Hallaj difatwa mati oleh Imam Juned al-Baghdadi dan Imam Syibli sebab ucapannya yang zhahirnya melahirkan akidah hulul (Allah masuk kedalam alam ciptaan), al-Hallaj berkata seraya mengakui (secara makna): "Andai aku diposisi mereka, pasti aku akan menghukum sama". Maksudnya, al-Hallaj memaklumi fatwa mati atasnya tersebut, karena itulah syari'at yang menghukum seseorang berdasarkan zhahir ucapan, tetapi al-Hallaj sendiri tahu bahwa zhahir ucapannya bukankah yang dia maksudkan. 

$ads={1}

Dan jika kemudian pada era muta'akhirin ulama' terbelah lagi dalam menyikapi status al-Hallaj juga merupakan sesuatu yang sangat wajar. Ulama' besar yang mencelanya adalah seperti Imam az-Zahabi dan Imam Ibn Hajar al-Asqallani. Ulama' besar yang lain yang membelanya adalah seperti Imam Ibn Hajar al-Haitami dan Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari. 

Bagi saya, silahkan saja jika ada kawan yang memilih jalan mencela nama-nama sufi kontroversial diatas asalkan didasarkan atas ilmu dan tidak berlebihan bahwa seakan-akan kesesatan atau kekufurannya adalah qoth'i. Apalagi hingga membenci dan menghantam siapa saja yang berbeda dengannya. Atau seakan-akan informasi yang dia dapatkan adalah satu-satunya informasi kebenaran yang wajib diyakini sehingga menegasikan informasi pembanding dari pihak lain yang berbeda. 

Pada dasarnya, saya lebih condong kepada manhaj moderat atau wasathiyah dalam menyikapi kontroversi ulama' sufi diatas. Yakni manhaj yang digawangi oleh Imam Ahmad Zarruq al-Fasi al-Maliki, seorang ulama' hebat yang menghimpun ilmu zhahir dan ilmu batin, murid al-Hafiz as-Sakhawi, dan penulis kitab monumental "Qawaid at-Tasawuf". Beliau sebagaimana gurunya, Abu Abdillah al-Qauri, dan juga sebagaimana Imam Ibn Suraij yang memilih tawaqquf terhadap status al-Hallaj, memilih jalan tengah, yaitu tawaqquf atau taslim. Tidak menyesatkan atau mengkafirkan dan tidak pula menyuarakan sebagai sufi yang wali. Sebab menurutnya, meyakini sebagai wali khawatir memunculkan fanatisme berlebihan dari kelompok awam sehingga mereka tidak lagi memiliki ghairah dan bahkan tasahul dalam membela syari'at. Dan mengkafirkan sebab satu syubhat yang belum qath'i adalah sesuatu yang membahayakan dan tidak bijak. Dan manhaj ini lebih selamat bagi yang memilih jalan wira'i. 

Bagaimana dengan anda?

Oleh: Kyai Hidayat Nur

Demikian Artikel " Tokoh Sufi yang Kontroversial "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama