Istilah Jadzab dan Nyeleneh

ISTILAH JADZAB DAN NYELENEH

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Jadzab dan nyleneh merupakan dua kondisi yang berbeda. Jadzab (berkurangnya kesadaran), merupakan gambaran ketika seseorang merasakan sesuatu yang disukai.

Kondisi "jadzab" umum dijumpai pada orang-orang yang mencintai atau menyukai sesuatu dan diperlihatkan dengan tindakan-tindakan yang tidak dilakukan orang kebanyakan. Kita menjumpai fenomena jadzab itu misalnya penggemar berat boneka barbie yang sampai mengubah seluruh penampilannya seperti barbie, bahkan rumah yang ditempatinya. Fenomena jadzab juga bisa dijumpai pada para perempuan penggemar BTS boyband asal Korea, yang rela mengantre tiket berjam-jam untuk bisa melihat idolanya. Dan ketika bisa melihat langsung boyband idolanya mereka berteriak histeris sampai mengeluarkan air mata. 

Namun, istilah "jadzab" ini hanya dikenal di ranah pembahasan tasawwuf. Di ranah budaya istilah jadzab tidak dikenal sama sekali. Al-Imam Ahmad ibnu Ajibah al-Hasani radhiyallahu anhu di dalam Tafsir al-Bahru al-Madid mengatakan bahwa jadzab adalah

غياب الحس بالكلية لترادف أنوار المحبة والعشق

Hilangnya kepekaannya secara umum, karena bersentuhan dengan cahaya cinta dan kerinduan

Sedangkan Dr. Faishal Aun memaknakan jadzab sebagai: 

حال من احوال العبد يغيب فيها القلب عن علم ما يجري من احوال لإنشغاله بالحق سبحانه

Keadaan di mana seorang kehilangan kesadarannya tentang apa saja yang terjadi di sekitarnya, karena sibuk dengan Allah. 

Kondisi jadzab dialami oleh seseorang yang melakukan ibadah karena cinta dan kerinduannya kepada Allah. Sehingga karena hebatnya cinta dan kerinduan itu, ia tidak menyadari keadaan di sekelilingnya. Al-Imam al-Hakim al-Tirmidzi, penulis Kitab Khatmu al-Awliya, mengatakan bahwa seorang wali membutuhkan beberapa waktu melewati masa jadzabnya, sebagaimana seorang mujtahid membutuhkan waktu untuk meyakini pendapat-pendapatnya. 

Kiai Ahmad Marwazie pernah menceritakan pertemuannya dengan seorang majdzub (yang alami keadaan jadzab) di Majelisnya Syaikh al-Musnid Muhammad Yasin al-Fadani di Makkah. Orang itu setiap kali mendengar ucapan shalawat, ia mengendus seperti mencium sesuatu. Katanya, dari setiap ucapan shalawat tercium aroma yang sangat wangi dan ia tidak mau aroma itu berlalu begitu saja tanpa menciumnya. Kondisi jadzab bermacam-macam. Ada yang menangis tersedu-sedu ketika mendengar bacaan al-Qur'an, azan, dzikir atau pingsan ketika shalat. Pada umumnya, kondisi jadzab itu terjadi ketika seseorang yang mengalaminya bersinggungan dengan ibadah. 

$ads={1}

Al-Imam Muhammad Madhi Abul Azaim berpendapat bahwa jadzab itu bermacam-macam. Ada jadzab Irfan, adapula jadzab muraqabah. Dan terakhir jadzab iyan. 

Orang-orang yang sedang dalam keadaan jadzab, pendapatnya tidak bisa dijadikan sebagai pegangan. Karena apa yang terucap dan keluar dari tindakannya hanya berlaku untuk dirinya sendiri. Maka dari itu, merupakan sebuah kekeliruan menyandarkan pendapat syariat kepada pandangan orang yang sedang mengalami jadzab. 

Berbeda dari jadzab adalah kondisi nyeleneh. Kondisi ini bisa jadi bukan berangkat dari kesadaran mencintai syariat atau ibadah. Bahkan ada kemungkinan, sikap nyeleneh merupakan bentuk "helah" untuk menghindari kewajiban syariat yang dibebankan kepadanya. Namun sayangnya, kebanyakan kalangan awam menganggap sikap nyeleneh itu sebagai bentuk dari jadzab. Padahal, bisa jadi sikap nyeleneh yang ditunjukkan oleh seseorang itu merupakan gambaran ketidaktahuannya terhadap syariat. Apalagi kemudian sikap nyeleneh itu dihubung-hubungkan dengan malamatiyah.

Wallahu a'lam bis shawab

Oleh : KH. Abdi Kurnia Djohan

Demikian Artikel " Istilah Jadzab dan Nyeleneh "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama