Objektif dalam Mengenal Tamadzhub, Mazhab dan para Ulamanya

OBJEKTIF DALAM MENGENAL TAMADZHUB, MAZHAB DAN PARA ULAMANYA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ada peribahasa yang berbunyi ; “Tak kenal maka tak sayang.” Artinya, rasa cinta terhadap sesuatu itu dapat dipupuk dengan mengenalnya terlebih dahulu. Apa yang kita benci atau apa yang kita antipati terhadapnya, sering kali karena kita belum mengenalnya dengan baik. Baru melihat satu sisi, tapi sudah disimpulkan. Akhirnya kesimpulannya cacat.  Termasuk dalam hal ini adalah masalah tamadzhub (bermadzhab) dengan madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali).

Cobalah untuk mempelajari perihal madzhab (khususnya madzhab syafi’i) dan kedudukan para ulamanya secara lebih intens. Dimulai dengan memperlajari ushul dan qawaid fiqh madzhab secara teratur, kemudian kitab-kitab fiqh madzhab syafi’i dari yang paling dasar sampai yang luas, lalu biografi para ulama mujtahidin yang merupakan ‘penyambung lidah’ Rasulullah saw untuk umat Islam.

Kalau hal ini bisa ditempuh dan dipahami dengan baik, kami optimis cara pandang anda tentang tamadzhub, madzhab, dan para ulamanya akan lebih obyektif dan berbeda dari sebelumnya. Anda tidak harus bermadzhab (walaupun kami menyarankannya), silahkan saja. Tapi, setidaknya, pandangan negatif dan bebagai prasangka buruk anda terhadapnya selama akan bisa dikisis atau bahkan dihilangkan. 

Dalam sebuah syair disebutkan :

كم من عائب قولا صحيحا آفته من الفهم السقيم

“Berapa banyak orang yang mencela suatu pendapat yang benar, sebabnya dari pemahaman yang rusak/salah.”

$ads={1}

Selain itu, anda juga akan lebih hati-hati, tidak sembrono main srudak-sruduk sana-sini. Lebih teliti dan tidak mudah mengeluarkan statement, baik secara lisan maupun tulisan. Apalagi berkaitan dengan berbagai perkara yang rumit atau menyangkut kehormatan sesama muslim, terlebih ulama. Ingat, kawan ! Semua yang dilakukan di dunia ini tidak ada yang gratis, tapi harus dipertanggungjawabkan kelak di hari perhitungan. Allah Ta’ala berfirman : 

يَوۡمَ تَشۡهَدُ عَلَيۡهِمۡ أَلۡسِنَتُهُمۡ وَأَيۡدِيهِمۡ ‌وَأَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُون

Artinya  : “Di hari dimana lisan, tangan, dan kaki mereka akan mempersaksikan dengan seluruh apa yang pernah mereka lakukan di dunia.” (QS. An-Nur ; 24).

Allah Ta’ala berfirman :

وَكُلَّ إِنسَٰنٍ أَلۡزَمۡنَٰهُ طَٰٓئِرَهُۥ فِي عُنُقِهِۦۖ وَنُخۡرِجُ لَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ كِتَٰبٗا يَلۡقَىٰهُ مَنشُورًا ١٣ ٱقۡرَأۡ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفۡسِكَ ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكَ ‌حَسِيبٗا ١٤  

Artinya : “Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu". (QS. Al-Isra ; 14).

Nasihat ini sifatnya umum, tidak terbatas untuk orang, kelompok, dan kejadian tertentu. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya. Wallahul muwaffiq ilal aqwamith thariq.

Oleh : Abdullah Al-Jirani

Demikian Artikel " Objektif dalam Perspektif Tamadzhub, Mazhab, dan para Ulamanya "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama