Al Habib Ali Muhammad Al Habsyi, Seorang Wali yang dicintai Dunia

AL HABIB ALI MUHAMMAD AL HABSYI, SEORANG WALI YANG DICINTAI DUNIA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Diceritakan langsung oleh Ustadzuna Alwi al-Habsyi; bahwa dahulu Habib Ali pernah memberi makan kepada 9 desa selama 3 bulan berturut-turut, bahkan tidak hanya masyarakat saja yang diberi makan tapi hewan-hewan ternak mereka pun ditanggung asupan makannya oleh Habib Ali Al Habsyi

Pertanyannya; dengan kebaikan yang begitu besar tersebut apakah Habib Ali meminta balasan kepada mereka semua? Tentu tidak sama sekali.

Walhasil, Habib Ali sangat dikenal dipenjuru negeri Hadramaut dengan sosok yang ‘alim, waliyullah tetapi kaya raya. Ada pepatah Arab mengatakan, setiap orang yang diberi nikmat pasti ada saja yang tidak suka, LIKULLI DZI NI’MATIN MAHSUDUN. Begitulah pula yang terjadi kepada sosok Habib Ali Al-Habsyi.

Suatu ketika ada seorang yang memliki prasangka tidak baik di hatinya kepada Habib Ali. Hingga ketika dia berada di majelis Habib Ali hatinya pun mengungkapkan, “katanya Habib Ali ini wali, kok kaya begini.” 

Maka Habib Ali pun melirik kepada orang tersebut, hingga saat selesai majelis bersalam-salaman tiba-tiba orang tersebut dipegang oleh Habib Ali. 

Orang itu dituntun oleh Habib Ali seraya berkata: “Yuk, saya ajak kamu ke rumah.” Sesampai di rumahnya, Habib Ali pun mendudukkan orang tersebut kemudian menyuguhkan berbagai macam hidangan, dihormati, dan dimuliakan.

Maka orang itu lantas berkata: “Kenapa saya dibawa ke sini ya ami ali?” 

Lanjut kata Habib Ali, “Saya ingin tau saja di hati kamu ini ada sesuatu dengan saya? betul tidak?!” 

Maka orang itu menjawab, “ooo... Tidak saya berhusnudzan dengan anda.” 

Habib Ali pun menimpali, “Husnudzan tapi hati kamu terbaca di mata saya, coba ungkapkan saja tidak ada orang di sini, Baini wa bainak wa baika-rabbak.” 

Akhirnya orang itu jujur kepada Habib Ali seraya berkata, “Iya memang, dihatiku menaruh suatu hal yang tidakku sukai kepada anda.”

Lanjut kata Habib Ali, “Kenapa?”. 

Orang itu mengatakan: “Anda ini katanya Waliyullah, Zuhud dari dunia, alim, arifbillah. (Lakin tuhibbud-dunya) tapi kok cinta dunia (kaya raya). Tidak seperti yang lain yang berilmu, duduk di pesantren, di masjid, faqir, kaef hadza ya Habib Ali. "

$ads={1}

Kemudian Habib Ali pun mengatakan: “Saya tidak cinta dengan dunia, tetapi dunia-lah yang mencintaiku.” (Saya sudah tolak dunia, tapi dunia tidak mau dan terus datang kepadaku). Mendengar jawaban tersebut orang itu terheran dan berkata:  “Bagaimana itu bisa terjadi?” 

Habib Ali pun menyuruh orang itu menunggu sejenak di rumahnya karena kata Habib Ali nanti ada orang yang akan memberi sesuatu. Maka, ditunggulah.

Tak selang berapa lama, datang seorang kepada Habib Ali membawa satu kardus besar kurma dari OMAN dengan kualitas yang super. Mungkin jika ditaksir harga kurma itu mahalnya bisa sekitar 10 juta.

Lantas orang itu berkata : “ Ya Habib Ali, ini kurma bagus di Oman sana tidak ada yang jual kecuali saya, dan tidak ada yang makan kecuali para raja (orang kaya). " Maka kata Habib Ali, "Subahanallah, ya kheir taruh sini saja kurmanya. Jazakallah kheir, Allahu jazik alfa alfa fi kheir." Setelah bersalaman kemudian orang itu pun pergi.

Baca juga: Mengenal Kota Seiwun, Hadramaut-Yaman

Habib Ali lanjut berkata kepada orang yang tadi memiliki dengki di hatinya, “ Kamu lihat ini, dan kamu juga dengar orang tadi bilang apa? sekarang ambilah kurma ini dan jual lah di pasar. "maka kata orang itu: "inikah buat anda ya Habib Ali, tamu anda banyak." Kata Habib Ali, "Tidak, Kurma seperti ini saya masih banyak di gudang."

Walhasil, orang itu dengan senangnya membawa kurma tersebut dijunjung di atas kepalanya seraya berkata : “Kurma ini lebih mahal dibanding tubuh saya.” Karena saking senangnya.

Sesampainya di pasar orang itu berkata, “Ya Ahla seiwun, saya punya kurma dari orang oman, saya jual 5 juta saja.” 

Lalu ada orang yang menghampirinya seraya berkata : “Bodoh kamu kurma bagus seperti ini cuman di jual 5 juta, 10 juta saja kurma ini banyak yang mau.” 

Maka dia kembali bersorak-sorak di pasar menawarkan kurmanya dengan harga 10 juta. 

Lalu datanglah seorang dari keluarga BARAJA menanyakan kurma itu, “Kenapa hanya 10 juta, harga 20 juta pun saya akan beli kurma ini. Tapi karena kamu sudah menawarkan dengan harga 10 juta maka saya hanya akan beli 10 juta. "

Walhasil, dibayarlah kurma itu dengan harga 10 juta oleh salah seorang MIN AAL BARAJA (di mana orang ini pencinta Habib Ali). 

Ketika dalam perjalanan pulang Syaikh Baraja tadi bergumam, “Kalau kurma ini saya bawa ke rumah, paling yang makan hanya saya, para pejabat, orang-orang kaya. Tapi kalau kurma ini saya suguhkan kepada Habib Ali, maka bisa jadi yang makan para auliya, ulama, shalihin, yang datang banyak orang, berpahala berlipat. "

Baca juga: Sejarah Marga Al Habsyi dan Keturunannya

Maka Syaikh Baraja tadi datang kepada Habib Ali dan berkata, “Ya Habib Ali ini ada kurma saya hadiahkan kepada anda, baru saja dapat dari pasar." Maka kata Habib Ali, "Baik, tunggu sebentar nanti ada orang yang akan kemari. "

Maka si pendengki datang kepada Habib Ali seraya berkata dengan penuh kegembiraan : “Ya Habib Ali, saya dapat uang 10 juta hasil dari penjualan kurma tadi."

Maka sontak terkagetlah mereka semua, disitu pula ada si pembeli kurma tadi. 

Dan kata Habib Ali : “Coba kalian saling bercerita apa yang terjadi.” 

Masya Allah, Habib Ali sama sekali tidak menyentuh kurma tersebut dan datang sendiri kepadanya. Bahkan, kurma itu sudah diberi kepada orang lain, tapi kurma itu tetap saja ingin datang kepada Habib Ali. 

Maka kata Habib Ali, “Aku ingin uhibbud-dunya walakin dunya tuhibbani (aku ingin cinta dunia, tapi dunia yang cintaku.” Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Sumber: Ustadzuna Alwi ibn Ali al-Habsyi

Demikian Artikel " Al Habib Ali Muhammad Al Habsyi, Seorang Wali yang dicintai Dunia "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close