Leher Muadzin jadi Panjang di Hari Kiamat, Ini penjelasannya

LEHER MUADZIN JADI PANJANG DI HARI KIAMAT, INI PENJELASANNYA

Kitab : 

- Dalilul Falihin, karya Imam Ibnu Allan

- Ghoribil Hadits, karya Imam al Khottobi

- Sunan Kubro, karya Imam al Baihaqi

- Dari sohabat Muawiyah, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah sholallahualaihi wasallam bersabda:

إن المؤذنين أطول الناس أغناقا يوم القيامة

"Sesungguhnya muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat". 

(HR. Imam Muslim No. 387, HR. Imam Ibnu Majah No. 725, HR. Imam Ath Thobaroni : Al Mu'jam Al Kabir No. 777, HR. Imam l Baihaqi : Syu'abul Iman No. 2789, HR. Imam Ahmad No. 1681, HR. Imam Abu Ya'la No. 7384, 7388, HR. Imam Al Qudho'i : Musnad No. 235, HR. Imam Abu 'Uwanah No. 971, 973, HR. Imam Al Baghowi : Syarhus Sunnah, 2/277, No. 415, dll)

Terdapat banyak pendapat para Imam kita tentang makna "Orang yang paling panjang lehernya". Tapi mereka (Para Imam) lebih memilih memaknai "Panjang Leher" secara maknawi/majazi.

Baca juga: 2 Cara Menjawab Adzan Yang Benar Beserta Doanya

- Imam Ibnu Allan menuliskan di dlm kitabnya:

"الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقاً "

" أعناقاً ": بفتح همزة أعناقاً جمع عنق، واختلف السلف والخلف في معناه، فقيل معناه: أكثر الناس تشوفاً إلى رحمة الله تعالى؛ لأن المتشوف يطيل عنقه إلى ما يتطلع إليه، فمعناه كثيرة ما يرونه من الثواب.

وقال النضر بن شميل:" إذا ألجم الناس العرق يوم القيامة طالت أعناقهم لئلا ينالهم ذلك الكرب والعرق.

وقيل: معناه أنهم سادة ورؤساء، والعرب تصف السادة بطول العنق، وقيل: معناه أكثر أتباعاً.

وقال ابن الأعرابي:" معناه أكثر الناس أعمالاً" وقال القاضي عياض وغيره: "ورواه بعضهم (إعناقاً) بكسر الهمزة أي إسراعاً إلى الجنة، وهو من سير العنق" 

"Para muadzin adalah orang-orang yang lehernya paling panjang”

- “A' naaqon”: Dengan memfat-hahkan hamzah A' naaq"(leher-leher)  jamaknya 'Unuq (leher), lalu para Salaf dan Kholaf saling ikhtilaf (beda pendapat) ttg maknanya.

Maka katakan : ~Maknanya adalah orang yang paling banyak melihat kasih sayang Allah.

Karena orang yang melongok sesuatu pasti akan menjulurkan lehernya kepada apa yang dia lihat. Jadi, artinya adalah ~Orang yang paling banyak melihat pahala (yang akan ia dapatkan) 

- Imam An Nadhr bin Syumail berkata: “Ketika manusia dibelenggu oleh keringat pada hari kiamat, sdgkn ~Leher mereka (Para muadzin) akan dilapangkan agar mereka tidak menerima kesusahan dan (belenggu) keringat itu.

$ads={1}

- Dan dikatakan: Artinya mereka adalah pemimpin dan ketua, dan orang Arab mensifatkan pemimpin dgn memiliki leher yang panjang, dan dikatakan: maksudnya ~Lebih banyak pengikut.

- Imam Ibnu Al Arobi berkata: “Artinya ~(Para Muadzin) adalah orang-orang yang paling banyak amal (shalihnya).”

- Imam Qodhi Iyyad dan lainnya berkata: “Sebagian meriwayatkannya (i'naaqon) dgn mengkasrohkan hamzah, yang Berarti ~Lebih bersegera (masuk) ke surga, yaitu ditandai dari gerakan leher.”

Kitab: Dalilul Falihin li Thuruqi Riyadhus Sholihin, juz 3 hlm 481, Cet. DKI

- Imam al Khothobi menuliskan dlm kitabnya :

وفيه وجه آخر وهو أن يراد بالأعناق جماعات الناس من قولهم أتاني عنق من الناس أي جماعة كثيرة، يريد أن المؤذنين أكثر الناس أتباعاً يوم القيامة، وأتباعهم القوم الذي أجابوهم إلى الصلوات

“Dan ada pengertian lain di dalamnya, yaitu yang dimaksud dgn "Leher" adalah sekelompok orang yang dari perkataan mereka bahwa leher orang akan datang kepadaku, yakni Sekelompok besar, maksudnya Muadzin adalah orang yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat, dan pengikutnya adalah orang-orang yang mengijabkan doanya mereka (para muadzin)”

Kitab: Ghoribil Hadits wal Atsar, juz 1 hlm 476, Cet. DKI

- Imam al Baihaqi menuliskan dlm kitabnya :

قال أبو بكر بن أبي داود سمعت أبي يقول: معنى قول النبي صلى الله عليه وسلم ((المؤذنون أطول الناس أعناقاً يوم القيامة)) ليس أن أعناقهم تطول، وذلك إن الناس يعطشون يوم القيامة، فإذا أعطش الإنسان انطوت عنقه، والمؤذنون لا يعطشون فأعناقهم قائمة"

Diriwayatkan bahwa Abu Bakar putra Imam Abu Daud berkata: Aku mendengar Ayahku (yakni; Imam Abu Dawud) berkata: 

Maksud hadits ini bukan lehernya yang bener-bener jadi panjang ukuran nya, tetapi pada hari itu manusia pada kehausan, kalo mereka haus maka leher mereka akan mengkerut, ~ Sementara Para muadzin, mereka tidak kehausan, dan leher mereka akan tetap tegak kuat.

Sunan al Baihaqi , juz 1 hlm 635, Cet. DKI

Oleh: Adam Mostafa EL Prembuny

Demikian Artikel " Leher Muadzin jadi Panjang di Hari Kiamat, Ini penjelasannya "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah -

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close