Santri Mesti Mengajar Ngaji Setelah Lulus Mondok di Pesantren

SANTRI MESTI MENGAJAR NGAJI SETELAH LULUS MONDOK DI PESANTREN

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Dulu waktu dengar dawuhannya para guru yang menyatakan "para santri bila sudah boyong -pulang kampung-, entah itu tamat ataupun belum, wajib ngajar sebisanya, meskipun mengajari ngeja huruf alif bak", rasanya masih kurang siap  bila disuruh ngajar.

Karena waktu itu hanya terpikir "apakah diri ini sudah mumpuni?"

Lalu ketika ngaji Gus Baha' dapat ngendikan lagi, "santri agar layak mengajar ndak harus pintar dalam semua fan dulu, karena hadis perintah mengajar jelas menyatakan ndak harus alim dulu dalam semua fan بلغوا عني ولو آية، melainkan disuruh mengajar apapun yang kita dapat dari ngaji -tidak ngawur-, termasuk kesalahan fatal ketika para santri ndak mau mengajar, dan dampaknya banyak dari orang awam di pedalaman yang masih buta agama."

$ads={1}

Dan pendapat para ulama' memang sepakat menyatakan keharusan mengajar bagi para santri.

Kata al-Habib Ahmad bin Umar bin Smith :

انظروا التشديدات الواردة في احتكار الطعام، وليس نفع الطعام كنفع العلم، أنا أريد كلا يعلّم بالذي يعرفه وإن قل علمه.

Lihatlah berbagai ancaman yang kewarid -dari nash alqur'an maupun hadis- terhadap para penimbun makanan, dan tentu kemanfa'atan makanan tak sama -sebanding- dengan kemanfa'atan ilmu -berarti ancamannya lebih keras lagi-, aku ingin agar semua orang -yang telah belajar- agar mau mengajarkan apa yang telah ia ketahui, meskipun pengetahuannya baru sedikit.

Dan kata Mbah Sufyan Saury :

من بخل بالعلم ابتلي بإحدى ثلاث ؛ أن ينساه، أو يموت ولا ينتفع به، أو تذهب كتبه.

Orang yang pelit ilmu akan diberi coba'an dengan salah satu diantara tiga hal :

• lupa akan apa yang telah ia pelajari

• mati dalam keada'an ilmunya tidak bermanfaat

• kitab kitabnya akan hilang.

Baca juga: Benarkah Ponpes Gontor Terafiliasi Wahabi?

Lalu bagaimana dengan santri yang tidak mempunyai lahan mengajar -belum diberi amanah mengajar oleh masyarakat-?

Menulislah, entah itu berbentuk karya tulis buku, maupun hanya sekedar status sosmed.

Kata al-Haddad :

التصانيف تبلغ الأماكين البعيدة وتبقى بعد موت العالم، فيحصل له بذلك فضل نشر العلم، ويكتب معلما داعيا إلى الله في قبره.

Karya tulis akan sampai ke berbagai tempat yang jauh -jadi tidak perlu memikirkan adanya lahan da'wah-, dan manfa'atnya pun akan abadi setelah kematiannya -selama karya tulis tersebut masih-, dan ia pun akan mendapatkan pahala dari menyebarkan ilmu tersebut, ia pun -akan terus- dicatat sbg pengajar juga penda'wah meskipun di alam kuburnya.

Kitab: المنهج الساوي ؛ ١٢٣

Oleh: Ustadz Ulum Khozin

Demikian Artikel "Santri Mesti Mengajar Ngaji Setelah Lulus Mondok di Pesantren"

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close