Guru-guru KH Hasyim Asy'ari dan Tantangannya Dalam Berdakwah

GURU-GURU KH HASYIM ASY'ARI DAN TANTANGANNYA DALAM BERDAKWAH

RUMAH-MUSLIMIN.COM - KH Hasyim Asy'ari merupakan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Ajaran yang dibawakan melalui konsep tawassuth, Tawazun, I'tidal, dan Tasamuh menuai hasil yang positif dan mudah diterima masyarakat Indonesia.

Samudera ilmu yang dimiliki Kyai Hasyim Asy'ari tentu tidak secara tiba-tiba didapatkan. Beliau memiliki perjalanan panjang dalam menuntut ilmu agama, salah satunya ketika belajar di Mekkah al-mukaromah.

Kyai Cholil Nafis melalui akun facebooknya membagikan mengenai secarik kisah hidup KH Hasyim Asy'ari dan guru-gurunya saat di mekkah. Ia menjelaskan bagaimana kecintaannya Kyai Hasyim terhadap ilmu dan kesenangannya dalam belajar serta lika-likunya saat berdakwah pada zamannya (penjajahan). Berikut tulisannya,

Selama di atas pesawat saya sempat membaca-baca, diantaranya buku berjudul, Al ‘Allamah Hasyim Asy’ari, Waadhi’u Lubnati Istiqlali Indonesia”. karya Muhammad Asad Syahab Buku ini berbahasa Arab tentang biografi dan perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari Ali Syaiban yang bersambung nasabnya kepada Imam Ja’far al-Shodiq putra al-Imam Muhammad al-Baqir. 

Sejak kecil beliau dikenal cinta ilmu dan senang belajar. Di Mekkah Kiai Hasyim Asy’ari belajar kepada ulama-ulama besar, diantaranya  adalah Al-Sayyid Alwi Ahmad Al-Saqqaf dan Al-Sayyid Husain al-Habsyi al-Mufti. Para ulama yang menjadi teman sejawat dan seangkatannya banyak sekali diantaranya, Al-Sayyid ‘Alwi Al-Maliki, Al-Sayyid Muhammad Thahir al-Dibagh, Al-Sayyid Shaleh Syatha. 

Baca juga: Bacaan Wirid (Dzikir) Setelah Sholat Fardhu Ala NU

Kiai Hasyim Asy’ari hidup dalam kondisi dunia yang penuh tantangan dan  pertentangan. Beberapa negara di asia Tenggara sedang dijajah oleh Belanda dan Inggris bahkan Indonesia dijajah Balanda dan diduduki Jepang, di Afrika dijajah oleh Prancis. Dunia sedang bergolak yang menuntut hadirnya pemimpin umat dan pembela Tanah Air untuk terlibat menciptakan perdamaian dunia dan meraih kemerdekaan. 

Kiai Hasyim As’ari sebelum pulang ke Tanah Air telah berdoa dan berjanji di depan Ka’bah bahwa dirinya akan pulang ke Indonesia untuk berjuang dengan ilmu untuk meraih kemerdekaan dan kesejehatetaah. Dan berkomitmen bahwa perjuangannya semata-mata karena Allah SWT dan tanggungjawab keilmuan dan kemanusiaan.  Berkomitmen bahwa perjuangannya bukan untuk mendapatkan harta dan bukan untuk mendapatkan jabatan di mata umat atau di struktur negara. 

$ads={1}

Ada dua bahasa singkat penuh makna yang saya ingat dari buku ini, yang pertama ialah soal pentingnya mencari ilmu dan mengentaskan anak-anak dari kebodohan. Kiai Hasyim menyatakan:

لا خير في أمة كان أبناءهم جهلاء، ولاتصلح أمة إلا بالعلم

"Tak ada kebaikan bagi umat yang putra-putrinya bodoh, dan umat tidak akan baik kecuali dengn ilmu".

Kedua  soal pentingnya persatuan dan kesatuan umat. Kiai Hasyim menegaskan ungkapan yang sangat tepat untuk menggugah kesadaran umat untuk bertoleransi dalam perbedaan fiqhiyah. Kiai Hasyim menyatakan, 

مادام المسلمون مسلمون، فإن الأمور الخلافية المذهبية والمسائل الفرعية الثانوية لايمكن أن تفرق كلمة المسلمين بأي حال من الأحوال. لان تلك الأمور المختلف فيها أمور تافهة.

“Selama umat Islam menjadi muslim maka masalah-masalah khilafiyah perbedaan mazhab dan masalah-masalah furu’iyah yang komplementer tidak akan bisa memecah belah persatuan umat Islam dengan cara apapun. Sebab masalah-masalah perbedaan furu’iyah mazhab adalah hanya masalah remeh temeh”. 

Baca juga: Ruang tahanan Mbah Hasyim Asy'ari di Lapas Mojokerto

Sesampainya di Tanah Air, Kiai Hasyim merealisasi komitmennya dan menyatakan perbuatannya di tengah-tengah masyarakat. Yaitu mendirikan pesantren, mengarang kitab-kitab, membimbing dan mengajar umat. Bahkan mengeluarkan fatwa-fatwa perjuangan untuk melawan penjajah, membentuk laskar Hizbullah, laskar sabilillah, mujahid dan hingga meraih kemerdekaan. 

Pertanyaan sebelum pesawat ini mendarat, Apa yang sudah saya lakukan dan dedikasikan untuk bansa Indonesia ? 

Walhamdulillah sudah mendarat di Jakarta dengan Selamat.

18 Agustus 2023

Oleh: Kyai Cholil Nafis

Editor: rumah-muslimin

Demikian Artikel " Guru-guru KH Hasyim Asy'ari dan Tantangannya Dalam Berdakwah "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah - 

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close