Sejarah Singkat Munculnya Golongan Khawarij

SEJARAH SINGKAT MUNCULNYA GOLONGAN KHAWARIJ

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Umat Islam yang hidup di zaman Rasulullah SAW adalah ummatan wahidah (umat yang satu), mereka semua kompak berada di atas tharikat yang sama yakni tharikat Nabi SAW. Tidak ada ditemukan sedikit pun ikhtilaf (perselisihan) terkait persoalan agama, meski di antara dua orang saja dari kalangan mereka saat itu. Sebab sejatinya, mereka adalah hamba-hamba yang paling dahsyat taatnya kepada Allah dan Rasul-Nya SAW. Dan zaman tersebut merupakan zaman ke-emas-an.

Di masa Rasulullah SAW, sungguh-sungguh tidak ada yang namanya rumit karena perselisihan soal hukum sunah membaca doa Qunut atau tidak, tawasul dan ziarah kubur itu sunah ataukah bid’ah. Juga tentu saja, kala itu pun tidak ada diricuhkan oleh manusia-manusia yang merasa bijak dengan mengatakan semua agama adalah sama, lantas kemudian menjaga gereja dan shalawatan serta Natal bersama di dalamnya dengan dalih toleransi. Na’uudzu billaah min dzaalik. 

$ads={1}

Semua keadaan (umat Islam) pada waktu itu adalah baik-baik saja, sampai dengan tiba pada masa khilafah Sayyidina ‘Utsman bin ‘Affan radiyallahu ‘anhu, bintik-bintik rumit itu mulai lah tampak, perselisihan di kalangan umat Islam pun  terjadi pada akhir masa khilafah Sayyidina Utsman bin ‘Affan radiyallahu ‘anhu. Sehinga kemudian umat Islam terbagi menjadi dua firqah atau golongan. 

Baca juga: Memahami Bagaimana Nalar Kelompok Khawarij

Pertama: firqah loyalis Utsman bin ‘Affan yang mengatakan bahwa Sayyidina Utsman menjabat sebagai khalifah dengan sistem valid karena berdasarkan bai’at kaum muslimin dan sesuai hasil musyawarah. Kelompok ini adalah kelompok yang berada di atas hak (kebenaran). Dan yang kedua adalah firqah oposisi (penentang khalifah Sayyidina Utsman), mereka menganggap bahwa Utsman telah berkhianat kepada rakyat dan tak layak lagi menduduki kursi khilafah. Oleh sebab itu, firqoh oposisi ini berdemonstrasi menuntut agar Sayyidina Utsman segera mengundurkan diri dari jabatan. Akan tetapi beliau radiyallahu ‘anhu menolak tuntutan tersebut. Sehingga nahas pun terjadi, para demonstran itu akhirnya membunuh khalifah ke-3 itu, radiyallahu ta’ala ‘anhu. 

Pasca terbunuhnya Sayyidina, lagi-lagi umat Islam terpecah kembali kedalam 2 firqah atau kelompok. Yang pertama, firqoh yang berbaiat (sumpah setia) terhadap Sayyidina Ali sebagai khalifah pengganti Sayyidina Utsman yang baru saja terbunuh. Dan firqoh kedua, yaitu umat manusia yang membangkang dan menolak diri dari berbaiat kepada Sayyidina Ali radiyallahu ‘anhu. 

Baca juga: Syekh Ibnu Taimiyah Menghormati dan Mengakui Adanya Wali Majdub

Dan ada pula sebagian kelompok yang kemudian membelot dari Sayyidina (setelah sebelumnya berbai’at) dan bahkan mereka menyatakan berperang terhdap Sayyidina Ali radhiyallahu'anhu Nah, mereka inilah yang kemudian disebut sebagai kelompok khawarij yakni kelompok yang keluar dari keta’atan terhadap khalifah ‘Ali radhiyallahu'anhu, yang kemudian tepecah lagi menjadi delapan firqah. Dan yang 8 firqoh (Khwarij) ini pun juga terpecah lagi kedalam firqoh-firqah lain dalam jumlah yang sangat banyak. Allahu a’lam.

Lebak, Banten, 16 Sya’ban 1445. H. 

Oleh: Muhammad Rizky Haetami

Demikian Artikel " Sejarah Singkat Munculnya Golongan Khawarij "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah - 

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close