Catatan dari Tarim: Sowan Ke Mbah Maimun Sebelum Keberangkatan Ke Tarim

CATATAN DARI TARIM: SOWAN KE MBAH MAIMUN SEBELUM KEBERANGKATAN KE TARIM

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Tulisan ini dari Ismael Amin Kholil Bangkalan, dimana beliau adalah Cucu dari Syaikhona Kholil Bangkalan sekaligus Santri dari Mbah Maimun Zubair dan Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz.

Sarang, bulan Rajab 5 Tahun yg lalu.

Pagi itu aku sowan ke dalem Mbah Yai, meminta izin dan ridho beliau untuk keberangkatanku ke Yaman 1 bulan lagi.

Aku duduk-menunduk di lantai, tak berani memandang wajah penuh cahaya wibawa itu.

"Ismael mau kemana..?"

$ads={1}

tanya beliau memulai, padahal aku sama sekali belum mengutarakan tujuan "sowan"-ku di pagi itu.

Bukanlah sesuatu yg aneh bagi Ulama seperti beliau, bukankah sering kita dengar bahwa mereka para awliya' memiliki Bashirah(mata hati)yg sangat kuat yg dgnnya mereka bisa menebak isi hati seseorang dan hal-hal "mastur" lainnya ?

"Mau ke Yaman Yai"

Baca Juga :

Karomah Sarung Pemberian Mbah Hamid Pasuruan 15 Tahun Yang Lalu

Jawabku sambil harap-harap cemas. bukan krn apa, tapi masalahnya santri-santri Mbah Yai yg pamit untuk melanjutkan study di Yaman tdk semuanya beliau izinkan, ada yg tdk diizinkan sama sekali, ada yg disarankan ke Mekkah, bahkan ada juga yg malah disuruh nikah. dgn "Bashirah" yg beliau miliki, tentunya beliau lebih tau pilihan terbaik untuk santri-santrinya.

Mendengar itu Mbah Yai tersenyum lantas berkata :

"Allah yubaarik fil Yaman..Al ilmu yamaani wal hikmatu yamaniah"

Aakhirnya.. Air mataku nyaris tumpah demi mendengar kata-kata itu, kata-kata beliau itu bukan hanya bermakna izin dan restu, tapi juga doa. doa Rasulullah Saw untuk penduduk Yaman. makna yg tersirat dari jawaban beliau adalah :

"aku ridhoi dan aku doakan semoga mendapat barokah"

Sampai detik ini aku masih ingat pesan beliau waktu itu, ketika itu beliau baru pulang dari Uzbekistan :

"Ojo mikir engko dadi opo.. Sing penting sinau sing sergep"(jangan berfikir kelak akan menjadi apa Yg penting belajar yg giat dulu )

5 Tahun berlalu, segala kebaikan yg aku dapatkan di kota Tarim ini adalah setetes dari lautan barokah beliau.

* Ismael Amin Kholil, Tarim, 10 Februari, 2017

Pagi ini, ketika kami bangun dari tidur kami, kami seakan masih belum percaya njenengan sudah pergi meninggalkan kami untuk menjemput rindu bersama Rasulullah dan para kekasih Allah lainnya disana. meski pahit, Kami sebagai Hamba hanya berusaha ikhlas dan Ridho atas segala ketetapan-Nya. Seraya meyakini bahwa kehidupan njenenengan disana jelas lebih indah daripada kehidupan njenengan bersama kami disini. Ya.. Kami tahu njenengan tidak mati, njenengan hanya berpindah ke alam yang lebih baik dan indah disana. Semoga kelak bisa mengucup tangan njenengan lagi, disaksikan para Anbiya', Awliya', Syuhada' dan sholihin.

Sekali lagi, Sugeng tindak Mbah Yai.

Baca Juga :

Kisah Ayah Crew Majelis Rasulullah SAW Yang Wafat Dengan Tersenyum

KH. Hasyim Asy'ari Mengambil Cincin Gurunya dari Lubang WC 

Tidak Percaya Karomah Abah Guru Sekumpul, Malamnya dimimpikan Beliau 

Kepada Mbah Maimum Zubair Al Fatihah....

Sumber Artikel : www.bangkitmedia.com

Demikian Artikel " Catatan dari Tarim: Sowan Ke Mbah Maimun Sebelum Keberangkatan Ke Tarim  "

Semoga bermanfaat bagi para pembaca...

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama