Hukum Riba Ternyata Ada di Agama Yahudi, Kristen dan Islam

HUKUM RIBA TERNYATA ADA DI AGAMA YAHUDI, KRISTEN DAN ISLAM

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Riba merupakan salah satu perkara yang diharamkan di agama islam, salah satunya firman Allah SWT pada Surat Al-Baqarah ayat 278-280 :

" Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. "

$ads={1}

Setiap orang yang mendengar kata "riba" pasti berkata : " Riba adalah salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam ". Padahal, riba itu sendiri bukan hanya ada pada agama islam saja, namun ada juga pada agama samawi.

Berikut ayat-ayat yang menjelaskan tentang riba pada agama samawi :

1. Pelarangan Riba dalam Kitab Suci Taurot

Kitab Imamat 35:7 menyatakan: “Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba darinya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu bisa hidup di antaramu. Janganlah engkau memberi uang-mu kepada-nya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kau berikan dengan meminta riba". Termaktub juga dalam Kitab Keluaran 22:25, Kitab Ulangan 23:19.

2. Pelarangan Riba dalam Kitab Suci Injil

Lukas 6:34-5: “Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu daripadanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi, kasihilah musuhmu & berbuatlah baik kepada mereka & pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar & kamu akan menjadi hamba-hamba Tuhan Yang Maha Tinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tahu berterimakasih dan terhadap orang-orang yang tidak jahat.

Baca Juga :

- Makna Rukun Iman dan Rukun Islam di dalam Al-Qur'an

3. Pelarangan riba dalam Al-Qur'an

- Al-Quran Surat Ar-Rum ayat 39

وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَا۟ فِىٓ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرْبُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن زَكَوٰةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُضْعِفُونَ

Artinya: Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).

- Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 278-280

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَاإِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَفَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَوَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَن تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

- Al-Quran Surat Ali Imran ayat 130

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوا۟ ٱلرِّبَوٰٓا۟ أَضْعَٰفًا مُّضَٰعَفَةً ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

- Al-Quran Surat An-Nisa ayat 160-161

فَبِظُلْمٍ مِّنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًاوَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Artinya: Maka disebabkan kedhaliman orang Yahudi, maka kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka. Dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Dan Kami telah menjadikan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

- Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 276

يَمْحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَيُرْبِى ٱلصَّدَقَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Artinya: Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

Dengan demikian, kita memahami bahwa sesungguhnya hukum riba ada juga pada agama samawi. Jadi tidak selalu identik dengan ajaran islam. kenapa banyak orang yang mengatakan bahwa hukum riba dari ISLAM?

Karena agama islam di Indonesia merupakan agama mayoritas, oleh sebab itu yang sering mendengar kata riba pasti dari ulama. ditambah lagi ada istilah bank syariah. ini yang menjadi dasar lebih kuat bahwa riba identik dengan "ISLAM".

Baca Juga :

Pengertian Muslim, Mukmin, Mukhsin, Mukhlis dan Muttaqin

Sebenarnya jika dipahami dengan baik, Setiap ayat di dalam Al-Qur'an pasti turunan dari kitab suci taurat dan injil, hanya saja Al-Qur'an lebih menyempurnakannya, karena kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Oleh : Yuni Owner Agency di Big Property Syariah

Editor : Hendra, S

Demikian artikel " Hukum Riba Ternyata Ada di Agama Yahudi, Kristen dan Islam "

Semoga informasi ini bermanfaat...

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama