Inilah Lima Keistimewaan Umat Nabi Muhammad Saw di Bulan Ramadan

INILAH LIMA KESITIMEWAAN UMAT NABI MUHAMMAD SAW DI BULAN RAMADHAN

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa umat Islam di bulan Ramadhan mendapatkan lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Zakky Mubarrak kembali menyampaikan lima keistimewaan ini saat mengisi kajian Syiar Ramadhan yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah PBNU.

Pertama, pada malam satu Ramadhan Allah SWT akan memandang seluruh umat Nabi Muhammad Saw. Barang siapa dipandang oleh Allah, maka disebutkan orang itu tidak akan mendapatkan siksaan selama-lamanya.

$ads={1}

Keistimewaan yang luar biasa ini tentu hanya akan diberikan Allah kepada umat Rasulullah yang senang beribadah di bulan Ramadhan, seperti dzikir, membaca Al Qur’an, tahlil dan beramal sholeh. Tidak dengan golongan yang senang berbuat maksiat.

“Ini karunia yang sangat agung yang diberikan kepada kita dan harus kita sambut dengan rasa suka cita, sehingga kita mengisi Ramadan kita dengan ibadah dan amal sholeh,” ujar Kiai Zakky Mubarok pada video yang diunggah fanspage Lembaga Dakwah PBNU, Rabu (14/4) lalu.

Kedua, dalam hadis dijelaskan, sesungguhnya aroma mulut dari orang berpuasa itu digambarkan Allah lebih harum dari minyak misik.

Baca Juga :

Ringkasan Hukum Shalat Witir dalam Mazhab Syafi'i

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membaca hadis ini. Membaca hadis ini tidak bisa secara tekstual. Memaknai hadis ini harus berdasarkan makna majaz (bukan arti yang sebenarnya). Sebagaimana dikemukakan oleh Kiai Ali Mustafa Yaqub dalam karyanya yang berjudul At-Thuruqus Shahihah fi Fahmi Sunnatin Nabawiyyah bahwa ada beberapa hadis yang harus dipahami secara majaz.

Perlu diketahui yang dimaksud wangi menurut Allah SWT bukan berarti wangi berdasarkan penciuman Allah. Karena mencium merupakan suatu hal yang mustahil bagi Allah SWT. Karena jika Allah mencium atau melakukan pengindraan yang lain, maka secara otomatis menyamakan Allah dengan makhluk-Nya. Padahal Allah tidak seperti makhluk-Nya, Laisa kamitslihi syai’un.

Maka yang dimaksud athyabu indallah min rihil misk adalah pahalanya lebih banyak menurut Allah daripada pahala orang yang memakai minyak misik pada shalat Jumat atau shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Ketiga, sesungguhnya malaikat selalu berdoa memohon ampunan untuk umat Nabi Muhammad Saw di bulan Ramadhan siang dan malam.

“Jadi di sini kita melihat betapa malaikat itu peduli sama kita. Malaikat yang jumlahnya tidak bisa dihitung oleh manusia, saking banyaknya semua berdoa untuk kita. Bayangkan kalau kita didoakan seorang ulama saja kita bahagia sekali, ini didoakan jutaan malaikat. Ini harus bisa kita pahami agar kita mengisi bulan Ramadan dengan beramal baik,” tutur Kiai Zakky.

Keempat, Allah memerintahkan surganya untuk berhias, bersiap untuk hamba-hamba-Nya yang menahan lapar,  dahaga dan melaksanakan ibadah di siang dan malam Ramadhan.

“Di sini kita bisa melihat betapa agungnya bulan ini, maka sangat rugi jika kita tidak mengisinya dengan baik. Kita harus mengisinya dengan amal sholeh, ibadah, pengajian, berdzikir sehingga puasa kita menjadi sangat bermakna,” jelasnya.

Kelima, ditegaskan pada saat malam terakhir Ramadan, Allah mengampuni semua umat Nabi Muhammad Saw. Hal ini ditandai dengan adanya momen lebaran. Lebaran berarti terlepas dari dosa dan kembali kepada fitrah (suci). Dalam suatu hadits Nabi Saw bersabda kharaja min dzunubihi kayaumin waladathu ummuhu. Artinya, baginya akan dihapus dosa-dosanya bagaikan saat dilahirkan ibunya. (fqh)

Sumber : dakwahnu.id

Demikian artikel " Inilah Lima Keistimewaan Umat Nabi Muhammad Saw di Bulan Ramadan "

Semoga bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama