Dua Asma Allah Yang Harus Dihindari

DUA ASMA ALLAH YANG HARUS DIHINDARI

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Seorang yang sedang memaksa diri untuk memperbaiki dirinya di jalan Gusti Allah dengan seorang guru, selalu diperkenalkan dengan Asma dan Sifat Gusti Allah. Hal ini untuk membangkitkan hati yang tunduk dan andhap asor di hadapan maqom ketuhanan Gusti Allah. Dengan begitu, muncul rasa menghamba dan berani menapaki jalan takwa.

Tak cukup memahami maknanya, seseorang juga perlu mempraktekkan Asma dan Sifat Gusti Allah tersebut. Sehingga kita benar-benar melihat sendiri bahwa Gusti Allah itu Tuhan Yang Maha Sempurna, tidak ada satupun yang bisa menandingi-Nya. Juga sebagai harapan agar setetes sifat Gusti Allah yang serba baik tersebut bisa melekat pada diri kita yang buruk. 

Misal kita mempraktekkan Asma Allah Ar Rahman dengan menyedekahkan harta tanpa perhitungan, memaafkan kedzoliman orang lain sebesar apapun kesalahannya, menolong orang tanpa pamrih dan lain-lain. Dengan mempraktekkan sendiri, kita jadi mengerti, ternyata susah jadi Tuhan yang punya sifat senantiasa baik pada hamba-Nya. Kita sendiri tidak akan bisa meniru kebaikan-Nya. Karena itu kita jadi sadar bahwa kita hamba, bukan tuhan. Namun kita tetap berharap setetes kebaikan sifat baik Gusti Allah tersebut melekat pada diri. Bagaimanapun, kita harus ingin jadi orang baik.

$ads={1}

Tapi dari sekian banyak Asma dan Sifat Gusti Allah, saat menapaki suluk (perjalanan menuju Gusti Allah), ada 2 Asma dan Sifat yang harus dihindari melekat pada diri kita : Al Jabbar (Maha Absolut) dan Al Mutakabbir (Maha Sombong). Karena dua sifat itu adalah khasnya Gusti Allah. Makhluk manapun tidak layak menyandangnya.

Disebutkan oleh Al Habib Imam Jamaluddin Asy Syaikh Muhammad bin Abdullah Al 'Aydrus

ثم ليحذر العبد كل الحذر أن يطمح نظره أن ينازع شيئا من صفات الربوبية كبرا وتجبرا واستطالة على الناس

"Kemudian, seorang yang mengaku hamba harus benar-benar waspada dengan segenap kewaspadaannya terhadap hasratnya yang ingin menggapai secuil saja dari sifat khas ketuhanan dalam hal kesombongan dan kesewenang-wenangan, lalu digunakan untuk berlaku sewenang-wenang pada manusia"

Kita harus waspada pada diri kita karena tiap orang cenderung punya sifat sombong, sewenang-wenang dan ingin menguasai orang lain. Padahal sifat ini hanya Gusti Allah yang layak memakainya karena Dia Tuhan. 

Baca Juga: Asmaul Husna Al-Latif, Pengertian dan Maknanya

Dan tidak selayaknya manusia sewenang-wenang pada manusia. Kalau manusia sudah sewenang-wenang pada manusia, apa bedanya Tuhan dan manusia? Justru pelaku kesewenang-wenangan ini bisa dianggap menantang Gusti Allah.

Maka, kalo kita bertekad jadi orang yang berjalan menuju Gusti Allah, ya harus profesional (itqon). Dengan berusaha memenuhi kewajiban kita pada Gusti Allah dan menyadari pangkat kehambaan kita. Tidak melebihi batas kewenangan kita sebagai hamba dengan memerankan diri jadi Tuhan di hadapan orang lain. Jangan sok suci, sok tawadhu', sok relijies, sok kaya, sok kuasa, dan sok-sok yang lain.

Mugi manfaat.

Oleh: Fahmi Ali N H

Demikian Artikel " Dua Asma Allah Yang Harus Dihindari "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama