Pengertian Ismul A'dzom, Bacaan dan Penjelasannya

PENGERTIAN ISMUL A'DZOM, BACAAN DAN PENJELASANNYA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ismul A'dzom secara harfiah berarti nama yang agung. Jika dinisbatkan pada Gusti Allah, berarti Nama Gusti Allah yang menunjukkan keagungan-Nya yang hakiki, bukan majaz dan tanpa takwil.

Bacaan Ismul A'dzom adalah

لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ

"Tidak ada Tuhan yang wujud kecuali Gusti Allah Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri"

Ismul A'dzom adalah satu dzikir yang paling tinggi dan paling utama yang bisa diucapkan oleh manusia. Jika diucapkan oleh orang yang memahami secara mendalam, bahkan bisa jadi senjata yang mematikan. Karena Kanjeng Nabi Muhammad SAW dawuh

والذي نفسي بيده لقد سأل الله باسمه الأعظم الذي إذا دعي به أجاب وإذا سئل به أعطى

"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh orang ini telah meminta kepada Gusti Allah dengan Ismullahil A’dzam, dimana ketika seseorang berdoa dengan menyebut nama itu, maka doanya akan diijabahi. Dan apabila dia meminta kepada Gusti Allah dengan menyebut nama itu, maka dia akan diberi"

Konon Ba'lam bin Baroroh, seorang wali di zaman Nabi Musa AS, bisa terbang dan mencapai derajat tinggi berkat menguasai Ismul A'dzom. Tapi dia keblinger oleh bujukan Fir'aun, hingga mencelakai Nabi Musa dengan bersenjatakan Ismul A'dzom ini. Akibat kekurangajaran Ba'lam bin Baroroh yang semula waliyullah, dia akhirnya dilaknat Gusti Allah dan mati kafir karena mencelakai Nabi Musa AS.

Makanya, Imam Ghozali memberi rumus tentang Ismul A'dzom ini agar tidak disalahpahami. Bahwa Ismul A'dzom adalah Asma Gusti Allah yang harus dipahami melalui dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW

اسم الله الأعظم في آية الكرسي و أول آل عمران

"Ismullahil A'dzom di dalam Ayat Kursi dan awal Surat Ali Imron"

Bahwa Ismul A'dzom harus dikaitkan dan dipahami melalui kedua ayat di mana Ismul A'dzom itu berada di Al Qur'an. Yaitu di ayat Kursi dan awal surat Ali Imron. Ada lagi riwayat yang menyebut tambahan di surat Toha. Tidak boleh orang sembarangan mentakwil dan menafsiri seenak jidatnya. Biar gak keblinger kayak Bal'am bin Baroroh.

Lalu Imam Ghozali juga memberi rumus tafsir yang mu'tabar (riwayatnya terpercaya) tentang tafsir Ismul A'dzom ini. Sehingga orang awam bisa lurus pemahamannya saat berdzikir dengan Ismul A'dzom.

$ads={1}

1. Kalimat Tahlil (لا إله إلا الله) bermakna tauhid. Saat membaca kalimat ini, berarti hanya meng-Esakan Gusti Allah dalam segala hal dan Gusti Allah tidak bisa disetir oleh doa kita. Dia Yang Maha Satu dan Maha Sendiri (Wahdaniyah) dalam segala Dzat, Sifat dan dalam segala apa yang dikehendaki-Nya. Tidak ada kewujudan selain Dia, sehingga apapun selain Gusti Allah bukan wujud secara hakikat sehingga tidak berpengaruh pada keputusan-Nya.

Sifat Wahdaniyah (kemandirian) dalam sifat ketuhanan dari Gusti Allah ini hakiki, bukan majaz dan tidak bisa ditakwil. Sedangkan selain Gusti Allah, walau dibilang wujud dan mandiri, hakikatnya hanya majaz dan bisa ditakwil karena realitanya tidak lepas dari kehendak Gusti Allah.

2. Al Hayyu (الحيُّ) bermakna Gusti Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Memahami Dzat-Nya sendiri dan kedudukan-Nya. Sehingga tiap makhluk tidak ada yang benar-benar mengetahui hakikat Gusti Allah. Kalo ada orang yang ngaku cinta, paham dan mengerti hakikat Gusti Allah, maka itu hanya omongan di bibir saja.

Selain Gusti Allah, hakikatnya mayit, tidak ada yang benar-benar mengetahui jati dirinya sendiri secara nyata, semua hanya meraba-raba. Sedangkan Gusti Allah satu-satunya Yang Maha Mengetahui hakikat-Nya sendiri, tanpa takwil.

3. Al Qoyyum (القيوم) bermakna Gusti Allah Yang Maha Berdiri dengan Dzat-Nya sendiri. Dia juga Yang Maha Mendirikan segala sesuatu selain-Nya. Dia satu-satunya yang memiliki semua sifat tersebut. Semua itu sifat secara hakikat dan tanpa takwil. Sedangkan selain Gusti Allah hakikatnya tidak bisa berdiri sendiri, bahkan keberadaan wujudnya saja bergantung pada kehendak Gusti Allah.

Itulah rumus tafsir Ismul A'dzom dari Imam Ghozali. Maka saat berdzikir dengan Ismul A'dzom, kita ingat rumus tafsir yang diarahkan oleh Imam Ghozali di atas, mbah. Sehingga tidak keblinger karena terjebak tafsir akal-akalan kita sendiri.

Baca Juga: Ijazah Shalawat Ismul Azhomij

Kita kembali pada tujuan Ismul A'dzom, yaitu untuk menanamkan tauhid secara benar dan mendalami peran kita sebagai hamba. Agar hati tidak tergoyahkan saat menghadapi apapun yang menerpa kita. Hanya ingat keagungan Gusti Allah.

Mugi manfaat.

Oleh: Fahmi Ali N H

Demikian Artikel " Pengertian Ismul A'dzom, Bacaan dan Penjelasannya "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama