Mazhab itu dibangun Oleh Murid dan Para Imam bukan Imam Mazhab

MAZHAB ITU DIBANGUN OLEH MURID DAN PARA IMAM BUKAN IMAM MAZHAB

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Saya kurang setuju jika ada penulis yang menyatakan bahwa (misalkan) Imam Syafi'i adalah "pendiri" mazhab Syafi'i, karena yang saya pahami adalah bahwa bangunan mazhab itu dibangun oleh murid dari para imam, dan bukan oleh imam tersebut. Imam itu membangun pondasi, ia mengajarkan metode ijtihadnya, pendapat-pendapatnya, lalu muridnya yang melanjutkan bangunannya mengikuti pola yang telah dibangun oleh imam tersebut.

Seperti Imam Syafi'i, beliau tidak berfikir, "Di Madinah imam Malik sudah punya mazhab, di Kufah juga sudah ada mazhab imam Abu Hanifah. Gue bikin mazhab baru ah..." Beliau tidak berfikiran seperti itu. Beliau mah aslinya ya ngajar aja. Setelah belajar ke sana ke sini dan mendapatkan intisari dari dua corak fikih besar saat itu (ahlu ra'yi dan ahlu hadits), beliau kemudian mengajarkan apa yang beliau ketahui meski itu berbeda dengan para gurunya, murid-muridnya kemudian mengumpulkan pendapat-pendapatnya, meriwayatkan dan mengajarkannya kepada generasi setelahnya.

$ads={1}

Maka ada pondasi yang bangunannya sudah lengkap seperti mazhab Sunni yang empat, ada juga yang pondasinya sudah jadi tapi bangunannya tidak selesai karena ajarannya terputus dan tidak ada yang melanjutkan. Contohnya seperti yang Imam Syafi'i katakan tentang Imam Laits b. Sa'ad, "Laits itu lebih faqih dari Malik, tapi murid-muridnya tidak membantunya", atau seperti mazhab Auza'i yang sempat berkembang di masa Bani Umayyah di Damaskus dan kemudian dibawa ke Andalus namun kemudian kalah pengaruh dengan mazhab Malik yang masuk ke sana. Begitu pun Imam Dawud al-Zahiri (w. 270) yang sudah membangun pondasi, menulis buku dan mengajar, tapi tidak berkembang, sampai kemudian dibangkitkan oleh Imam Ibn Hazm al-Andalusi (w. 456).

Baca Juga: Sejarah dan Perkembangan Ilmu Fiqih

Masa "pembangunan" mazhab itu tidaklah masa yang mudah dan dengan sederhana dikatakan sebagai fase "jumud" karena proses pembangunan mazhab hingga akhirnya kokoh dan bertahan butuh usaha yang luar biasa. Fase tersebut diisi dengan pengumpulan perkataan imam, penelitian bagi setiap perkataannya, penambahan dalil jika memang dianggap perkataannya kuat, penambahan dengan pendapat baru jika memang dianggap perkataan imam itu kurang kuat, penulisan buku ajar untuk tiap tingkatan, penulisan syuruh dan hawasyi untuk semakin mengokohkan bangunan mazhab, dan sebagainya. Dapat dikatakan bahwa fase inilah yang menentukan apakah mazhab tersebut akan bertahan atau akan hilang.

Oleh: Fahmi Hasan

Demikian Artikel " Mazhab itu dibangun Oleh Murid dan Para Imam bukan Imam Mazhab "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama