Gus Najih Ibn Abdil Hameed: Berbakti Kepada Ulama Lebih Dari Orang Tua

GUS NAJIH IBN ABDIL HAMEED: BERBAKTI KEPADA ULAMA LEBIH DARI ORANG TUA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Setiap ibu pasti menyangi anak anaknya, sampai binatang buas seperti singa sekalipun akan sangat sabar merawat anaknya. Tapi sadarkah kita bahwa sebenarnya itu semua adalah kasih sayang Allah. Allah menyayangi setiap makhluk dengan menitipkan kasih sayangNya melalui makhlukNya yang lain

Karena titipan kasih sayangNya ini, seorang ibu (juga ayah) seolah terpaksa menerima kenyataan bahwa dia sayang kepada anaknya. Orang tua tak akan tega melihat anaknya kelaparan apalagi menderita kesakitan. Aapun akan dilakukan demi mencukupi kebutuhan anaknya. Berapapun biaya berobat akan dicari untuk kesembuhan anaknya. Kasih sayang yang dicurahkannya begitu tulus sampai ia tidak menyadari dirinya sedang terpaksa. Ya, dipaksa oleh kasih sayang Allah yang ditipkan melalui dia.

Butuh bukti? Coba pikir, kenapa terhadap anak orang lain, kita tak bisa seikhlas itu melakukan hal yang sama seperti pada anak anak kita? Merawat, membiayai, mendidik hingga dewasa. Padahal sama sama anak polos yang butuh kasih sayang.

Mungkin Njenengan menjawab, bahwa orang tua bisa ikhlas merawat anak karena ada harapan balasan kasih sayang dari anaknya kelak, yang sulit didapatkan dari orang lain yang tidak dilahirkan dari darah daginya meski sudah dirawat sejak kecil.

Anda SALAH. 

$ads={1}

Coba lihat seekor kucing yang dengan telaten menyusui anak anaknya, menggendong pake mulut ke sana kemari demi mencari tempat yang nyaman untuk anaknya. Coba pikir balasan apa yang bisa diharapkan seekor kucing dari anak anaknya kelak ketika dewasa? Tidak ada. Ini murni kasih sayang Allah kepada bayi kucing yang dititipkan melalui induknya. 

Mungkin Njenengan menjawab, ada naluri belas kasihan dari kucing melihat bayi mungil yang belum mampu berbuat apa apa. Sehingga tergerak hati kucing ikhlas merawatnya. 

Anda SALAH lagi. Anak anak tikus yang mungil mestinya lebih butuh kasih sayang. Tubuhnya lebih lemah. Nyatanya justru dimakan mentah sama si kucing. Ingat, anak kucing dan anak tikus sama sama tak bisa diharap balasan kebaikannya oleh si kucing.

Oh iya, tadi njenngan menyebut kata "naluri". Kalu njenengan sadar, sebenarnya yang njenengan sebut naluri ya kasih sayang titipan Allah itu tadi. Hanya saja orang yang masih terhijab hatinya dari Allah, lebih mudah menyebut kata naluri hewan dari pada melibatkan Allah dalam segala sesuatu.

Singkat kata,  atas kasih sayang Allah lah, orang tua kita dengan ikhlas merawat kita hingga segedhe ini. Atas kasih sayangNya lah orang tua kita tak pernah rela melihat kita sakit, tak akan tega membiarkan panasnya api menyenggol kulit kita.

Baca juga: Adab Abah Guru Sekumpul Yang Luar Biasa Kepada Gurunya

Dengan cara itu pula, Allah memberikan kasih sayangNya yang lebih AGUNG kepada sebagian hambaNya, dengan dititipkan kepada orang orang AGUNG pula. Ada sosok ulama sholih penerus nabi yang tidak akan rela melihat "ummat"nya disengat api neraka, tidak akan tega menyaksikan saudara muslimnya di siksa di jurang neraka, bahkan mereka juga tidak ingin saudara seimannya hidup menderita di dunia akibat ulah maksiatnya.

Para ulama mengerahkan seluruh tenaga, waktu, biaya untuk berdakwah mengajak ummat menuju Allah. Tanpa imbalan apalagi gaji. Hinaan, celaan, ancaman sudaah menjadi makanan sehari hari dalam usahanya ini. Saya menyaksikan sendiri beberapa sosok yang saya kenal telah mewakafkan seluruh hidupnya untuk ummat. Semoga Allah meninggikan derajat beliau.

Apakah njenengan sudah menemukan sosok sosok mulia itu? Sosok yang setiap saat memikirkan kebaikan dunia akhirat panjenngan? Sosok yang "naluri"nya memaksa untuk mengurusi agama orang lain saat orang lain cuek melihat kemaksiatan?

Jika sudah, berbahagialah, serahkan jiwamu dan baktikanlah hidupmu untuknya melebihi bakti kita kepada orang tua kandung. Orang tua hanya merawat jasad kita toh ahirnya kita mati juga. Sedangkankan beliau para ulama akan merawat jiwa kita yang akan hidup abadi dan menyelamatkan hingga kekal di akhirat.

Jika belum, segera cari mumpung masih ada nyawa dan sosok mulia seperti itu masih ada. Jangan biarkan jiwa kita menjadi yatim seumur hidup tak terawat yang akan membawa penyesalan di akhirat. Ketika orang orang sholih dipanggil untuk menuju surga dipimpin para ulama panutannya, bagaimana perasaan kita yang tolah toleh jika tidak punya orang tua?

Beruntunglah jika njenengan di bawah asuhan sosok yang punya rasa belas kasih melihat kondisi agama ummat. Lebih beruntung lagi jika njenengan sudah mendapat bagian dari perasaan itu. Perasaan peduli melihat agama saudara seiman. Itu artinya, kasih sayang Allah kepada ummat manusia, dititipkan lewat Njenengan juga.

Oleh : Najih Ibn Abdil Hameed

Bojonegoro, 1 Desember 2017

Najih Ibn Abdil Hameed

Selamat Hari Guru Nasional 2023

Alfatihah untuk semua guru guru kita

Demikian Artikel " Gus Najih Ibn Abdil Hameed: Berbakti Kepada Ulama Lebih Dari Orang Tua "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah - 

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close