Arti Raudhah Min Riyadhil Jannah: Keutamaan, Hadits dan Amalannya

ARTI RAUDHAH MIN RIYADHIL JANNAH: KEUTAMAAN,  HADITS DAN AMALANNYA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Mungkin kita pernah mendengar Kalimat Raudhah Min Riyadhil Jannah ketika ulama menyampaikan tausiyahnya.

Istilah Raudhah Min Riyadhil Jannah sendiri merujuk pada sebuah tempat yang berada di dalam Masjid Nabawi yang memiliki arti taman dari taman-taman surga, lantas apa makna dari kalimat tersebut?

Melalui artikel ini kami akan mengupas tuntas mengenai Apa itu Raudhah Min Riyadhil Jannah, Bagaimana keutamaanya dan apakah ada amalan khusus yang bisa dilakukan di dalam tempat tersebut. Yuk simak selengkapnya melalui tulisan di bawah ini:

Apa itu Raudhah Min Riyadhil Jannah

Raudhah Asy-Sarifah atau yang sering disebut Raudhah Min Riyadhil Jannah merupakan sebutan yang populer untuk tempat ini. Tempat ini merupakan salah satu tempat yang paling utama di dalam Masjid Nabawi.

Dalam bahasa Indonesia kata raudhah dapat diartikan sebagai taman. Raudhah adalah salah satu bagian dari Masjid Nabawi. Raudhah terletak di dalam masjid Nabawi dan Lokasinya persis diantara rumah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (rumah Sayyidatina Aisyah radhiyallahu anha) dan mimbar Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.  

Raudhah (taman) merupakan bagian dari Masjid Nabawi. Raudhah terletak di dalam masjid Nabawi. Lokasinya antara rumah Nabi Muhammad SAW yaitu rumah tinggal Sayyidatina Aisyah Radhiyallahu anha dan mimbar Nabi Muhammad SAW. Terdapat sejumlah pendapat mengenai batas-batasnya.

Batas timur yaitu Rumah Sayyidatina Aisyah Radhiyallahu anha, Batas barat yaitu mimbar Nabi Muhammad SAW, Batas selatan yaitu kiblat, batas utara yaitu garis yang sejajar dengan rumah Sayyidatina Aisyah Radhiyallahu anha. Luas Raudhah sendiri diperkirakan kisaran 330 m2 dengan lebar 15 meter dan panjang 22 meter.

$ads={1}

Tulisan (Redaksi) Raudhah Min Riyadhil Jannah Arab


Raudhah Min Riyadhil Jannah merupakan salah satu 'kalimat' yang pernah diucapkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Perkataan Nabi SAW termaktub dalam kitab hadits Imam Bukhari. Adapun redaksi arabnya sebagai berikut:

رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

Hadits Tentang Raudhah Min Riyadhil Jannah

Hadits Raudhah min riyadhil Jannah Artinya

Hadits yang menerangkan kalimat Raudhah Min Riyadhil Jannah Jannah hanya ditemukan 3 hadits. Namun ada 2 hadits yang redaksinya sama namun dari jalur periwayatan yang berbeda. Sampai saat ini kami belum menemukan kembali apakah ada kitab hadits lainnya yang meriwayatkan hadits Raudhah Asy-Syariah ini.

Oleh sebab itu kami akan mencantumkan 3 hadits yang berkaitan tentang keberadaan raudhah di Masjid Nabawi, berikut hadtisnya: 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ المازني رَضيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ رَسُولَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا بَيْنَ بَيْتِي ومنبري روضةً من رياض الْجَنَّةِ

Dari 'Abdullah bin Zaid Al Maaziniy radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Tempat yang ada diantara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) di antara taman-taman surga." (HR. Bukhari No. 1120)

Adapun hadits kedua termaktub dalam kitab dan Bab yang sama, hanya saja berbeda nomor hadits saja. Berikut haditsnya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةً مِنْ عَلَى حَوْضِي رياض الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي.

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Di antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) di antara taman-taman surga dan mimbarku berada pada telagaku (di surga)".

(Hadits Bukhari No.1121)
Di hadits ke-3 terdapat dalam Syarah Muslim karya Imam Nawawi:

ذَكَرُوا فِي مَعْنَاهُ قَوْلَيْنِ أَحَدهمَا : أَنَّ ذَلِكَ الْمَوْضِع بِعَيْنِهِ يُنْقَل إِلَى الْجَنَّة ، وَالثَّانِي : أَنَّ الْعِبَادَة فِيهِ تُؤَدِّي إِلَى الْجَنَّة 

Artinya: Para ulama menjelaskan ada dua makna tentang Raudhah; pertama, Raudhah adalah tempat yang akan dipindah ke surga; kedua, beribadah di tempat itu (Raudhah) akan mengantarkan masuk surga. 

$ads={2} 

Keutamaan Raudhah Min Riyadhil Jannah


Seperti yang dijelaskan dalam hadits diatas bahwa Raudhah merupakan taman di antara taman-taman Surga.

Dari namanya saja kita dapat memahami bahwa begitu mulianya tempat tersebut sehingga dikatakan sebagai taman diantara taman-taman surga.

Banyak orang yang pergi haji maupun umroh datang ke Raudhah demi mengharapkan keberkahan dari  tempat tersebut. Beberapa ulama mengatakan jika seseorang mendatangi tempat ini dan beribadah di dalamnya maka akan merasakan kelezatan, ketentraman dan kedamaian dalam ibadah. Kenapa demikian? karena melaksanakan ibadah di kediaman yang ditinggali oleh manusia paling mulia yakni Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam

Oleh karena itu para ulama menganjurkan untuk melaksanakan ibadah di tempat tersebut seperti memanjatkan doa, shalat sunnah, berdzikir, baca al-quran dan lain sebagainya karena raudhah juga disebut sebagai Raudhah Mubarokah (taman yang diberkahi).

Karena tempat ini banyak dikunjungi, Pemerintah saudi memberikan batasan waktu kepada Jama'ah yang ingin beribadah di tempat mulia tersebut. bayangkan saja ketika musim haji tiba, jutaan orang ke tempat tanah suci mekkah dan madinah secara bersamaan, beruntunglah bagi mereka yang dapat melaksanakan ibadah di tempat mulia tersebut.


Keutamaan Shalat di Raudhah


Ulama mengatakan bahwa shalat Raudhah asy-Syarfah itu lebih utama dibandingkan shalat di tempat lainnya dari masjid Nabawi kecuali shalat fardhu (wajib).

Untuk melaksanakan shalat fardhu maka lebih utama dibarisan shaf pertama meskipun berada di luar Raudhah. Shalat wajib di shaf pertama tetap lebih utama daripada shalat fardhu di dalam Raudhah.

Adapun shalat yang didirikan ulama berbeda pendapat. Ada yang menganjurkan untuk melaksanakan shalat nafilah adapula yang menganjurkan shalat tahiyatul masjid. Namun sebagian ulama mengatakan karena waktu yang diberikan terbatas maka dianjurkan untuk shalat Tahiyatul Masjid.

Berikut Niat shalat sunat tahiyatul masjid.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ تَحِيَّةِ المَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءًا لِلهِ تَعَالَى

Ushallī sunnata tahiyyatil masjidi rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā.

Usai shalat Tahiyatul Masjid kemudian membaca dzikir dan doa secukupnya, seperti doa sapu jagat atau doa pendek lainnya, setelah itu keluar dari Raudhah dan menuju makam Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam. Karena masih di wilayah Masjid Nabawi, sebaikan digunakan untuk shalat sunnah mutlak, membaca Al-Qur'an dzikir dan berdoa sebanyak-banyaknya. 

Berikut Niat shalat sunah mutlak:
أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla

Dengan demikian insya allah kita mendapatkan keistimewahan dan keberkahan beribadah di Raudhah. Hal yang paling diingat, jangan terlalu egois untuk berlama-lama di dalam Raudhah, sebab kita mesti bergantian dengan jama'ah lainnya yang juga ingin beribadah. 

Baca juga: Arti dan Makna Laisa Kamitslihi Syai'un

Kenapa di Acara Tahlilan Atau Doa Kirim Arwah Ada Kalimat Raudhah Min Riyadhil Jannah?


Mungkin kita sering mendengar kalimat Raudhah Min Riyadhil Jannah ketika ulama sedang mengirimkan doa arwah/ Al Fatihah/ Doa kepada mayyit (ahli kubur) seperti berikut:

" Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya dan menjadikan kuburannya sebagai Raudhatul Min Riyadhil Jannah "

Doa itu dipanjatkan dengan harapan si mayit/ahli kubur tersebut mendapatkan tempat yang nyaman, damai, indah sebagaimana Raudhah yang berada di Masjid Nabawi. Itulah mengapa salah satu do'a yang dipanjatkan oleh ulama kepada ahli kubur adalah Raudhatul Min Riyadhil Jannah.


Demikian penjelasan lengkap mengenai Arti Raudhah Min Riyadhil Jannah:: Keutamaan, Hadits dan Amalannya

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close