IBU ADALAH AL-UMMU MADRASATUL ULA (SEKOLAH PERTAMA BAGI ANAK-ANAKNYA)
RUMAH-MUSLIMIN.COM | KELUARGA - Dalam struktur keluarga, peran ibu tidak hanya sebatas sebagai pengurus rumah tangga atau pendamping suami. Lebih dari itu, ibu adalah sosok sentral dalam proses pendidikan anak, sejak anak berada dalam kandungan hingga tumbuh dewasa. Dalam banyak keluarga, ibu cenderung memiliki kedekatan emosional yang lebih dalam dengan anak-anak dibanding anggota keluarga lainnya. Hal ini terjadi karena sejak awal kehidupan, ibu adalah orang yang paling sering hadir mendampingi anak secara fisik, emosional, dan spiritual.
Sejak bayi lahir ke dunia, ibu menjadi sumber utama kasih sayang dan perhatian. Ibu yang menyusui, menimang, mengganti popok, hingga menenangkan tangisan si kecil di tengah malam. Semua tindakan ini bukan sekadar rutinitas biologis, tetapi merupakan bagian dari proses pendidikan awal, yang kelak membentuk karakter dan kepribadian anak.
Fungsi dan Peran Strategis Ibu dalam Pendidikan Anak
Sesuai dengan kodrat dan tanggung jawabnya, peranan ibu dalam mendidik anak-anak sangat luas dan mendalam. Beberapa di antaranya dapat dirinci sebagai berikut:
- Sumber Kasih Sayang yang Tulus
- Pengasuh dan Pemelihara
- Tempat Mencurahkan Isi Hati
- Pengatur Kehidupan Rumah Tangga
- Pembimbing Pribadi Anak
- Pendidik Emosional
Dalam Al-Qur’an, kasih sayang dan pengorbanan ibu begitu dijunjung tinggi. Allah berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ١٤
Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali. (QS. Luqman: 14)
Ayat ini menegaskan betapa besar perjuangan ibu dalam proses kehamilan hingga menyusui. Kesabaran dan pengorbanan ibu inilah yang menjadikannya sosok utama dalam mendidik dan membesarkan anak.
Baca juga: Suami Istri Bekerja, Bolehkah Suami Memakai Gaji Istrinya?
Ibu: Madrasah Pertama dalam Kehidupan Anak
Tak heran jika dalam tradisi Islam dikenal istilah “Al-Ummu Madrasatul Ula”, yang artinya “ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya”. Ibu adalah sosok pertama yang mengenalkan dunia kepada anak. Ia yang mengajarkan cara berbicara, mengenal warna, menyebut nama benda, hingga membedakan mana yang baik dan buruk. Setiap kata dan tindakan ibu bisa menjadi pelajaran yang terekam kuat dalam ingatan anak.
Seperti pepatah mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, begitulah pengaruh ibu terhadap anak. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tuanya, khususnya ibu yang paling sering berinteraksi langsung. Oleh karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya menanamkan nilai kebaikan sejak dini.
Allah berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ٦
Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim · Ayat 6)
Ayat ini adalah perintah langsung dari Allah agar orang tua, termasuk ibu, bertanggung jawab atas pendidikan moral dan agama anak-anaknya. Pendidikan itu dimulai dari rumah, dan ibu sebagai pendamping harian anak memegang peran utama dalam pelaksanaannya.
$ads={1}
Belajar Melalui Imitasi: Anak Meniru Ibu
Anak belajar melalui imitasi atau peniruan. Ibu menjadi objek pertama yang ditiru oleh anak, mulai dari nada bicara, ekspresi wajah, hingga cara menghadapi masalah. Dalam hal ini, ibu adalah role model yang harus berhati-hati dalam bertindak.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ٢١
Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)
Jika Rasulullah dijadikan teladan umat, maka ibu pun menjadi teladan pertama dalam kehidupan anak-anaknya. Ia adalah contoh nyata dalam keseharian, bahkan sebelum anak mengenal siapa nabinya.
Baca juga: Masalah Rumah Tangga Bukan Hanya Persoalan Ekonomi
Pengaruh Ibu Sepanjang Usia Anak
Peran ibu tidak berhenti ketika anak beranjak besar. Bahkan saat anak memasuki masa remaja—masa penuh gejolak pencarian jati diri—ibu tetap menjadi figur penting yang memberikan arahan, pendampingan, dan dukungan. Islam sendiri memberi perhatian besar terhadap tanggung jawab orang tua dalam menjaga dan mendampingi anak-anaknya.
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا ٩
Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya). (QS. An-Nisa: 9)
Ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan anak adalah bentuk ketakwaan kepada Allah. Jika ingin meninggalkan keturunan yang kuat dan baik, maka orang tua, terutama ibu, harus menyiapkan anak dengan sebaik-baiknya, termasuk dari segi ilmu, moral, dan agama.
Ibu dan Doa yang Mengangkat Derajat Anak
Dalam Islam, doa ibu memiliki posisi istimewa. Doa dari hati yang tulus dan penuh cinta seorang ibu mampu menembus langit. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).
Doa ibu termasuk dalam kategori doa yang tak tertolak. Maka, ibu yang senantiasa mendoakan anaknya adalah ibu yang sedang membuka jalan kesuksesan dunia dan akhirat untuk buah hatinya.
Penutup: Ibu adalah Pilar Keberhasilan Generasi
Dari semua penjelasan di atas, menjadi jelas bahwa peran ibu tidak tergantikan dalam proses tumbuh kembang anak, baik secara fisik, emosional, maupun spiritual. Ibu bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, dan motivator sejati. Jika ibu mempersiapkan diri dengan baik, maka generasi yang lahir pun akan menjadi generasi yang tangguh dan bermoral.
Keteladanan, pengasuhan penuh cinta, serta pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman yang diajarkan oleh ibu akan menjadi warisan abadi bagi anak-anaknya. Ibu adalah madrasah pertama dan utama, pondasi utama dalam membangun peradaban yang berakhlak dan bermartabat.
(RUMAH MUSLIMIN)